Pariwisata Beltim Siap Menggeliat Dengan Program BISA Kemenparekraf

by -
Pariwisata bBeltim Siap Menggeliat Dengan Program BISA Kemenparekraf RI
Kadis Budpar Kabupaten Beltim menyerahkan cinderamata kepada Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI. (Ist)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata Belitung Timur (Beltim) menghadapi tantangan dan keterpurukan yang sangat hebat. Sejatinya, pandemi  Covid-19 sudah menjadi permasalahan serius bagi seluruh dunia. Hal ini tentu berdampak buruk terhadap perekonomian khususnya terhadap pelaku wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim, Evi Nardi mengungkapkan hal tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah satu upaya nyata yang dipersiapkan adalah berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat yaitu dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) untuk melakukan berbagai tindakan-tindakan serta program-program kerja di sektor pariwisata selama terjadi pandemi.

“Program BISA ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Deputi Bidang Kebijakan Strategis dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak untuk melaksanakan program padat karya dalam upaya mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkap Evi Nardi saat membuka program BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman), Rabu (8/12) kemarin.

Dikatakan Evi, program BISA juga menyertakan upaya peningkatan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia guna mendorong peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competiveness Index (TTCI), yang mana pariwisata Indonesia masih menempati peringkat ke-102 dalam kategori Health and Hygiene dan peringkat ke-80 dalam kategori Safety and Security dari 140 negara.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang telah melaksanakan Program BISA ini di Kabupaten Belitung Timur,” sebut Evi.

Menurutnya, hal ini sangat sejalan dan sinergi dengan upaya Kabupaten Beltim dan pengelola destinasi wisata yang ada. Yakni, bangkit kembali membenahi destinasi-destinasi wisata yang ada sehingga destinasi wisata siap untuk dibuka sesuai dengan SOP Protokol Kesehatan.

Sebagai permulaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim telah membuat SOP terkait berbagai aktifitas dan kegiatan di sektor Kebudayaan dan Pariwisata dan sudah menuangkan ke dalam Keputusan Bupati Belitung Timur tentang Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Kenormalan Baru Sektor Kebudayaan dan Pariwisata berbasis Clean, Health dan Safety Procedure (CHS) di Kabupaten Belitung Timur.

Hal ini sangat sejalan sekali dengan program BISA dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan adanya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal ini, merupakan era baru, cara baru dan harapan baru bagi industri pariwisata. Tren pariwisata akan mengalami perubahan, dimana wisatawan akan mengedepankan aspek safety dan hygiene.

Dalam hal ini pemerintah dan para stakeholder di industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus mampu beradaptasi terhadap hal tersebut, dengan menyiapkan destinasi wisata yang berbasis, Bersih, Indah, Sehat dan Aman.

“Untuk itulah, dengan dilaksanakannya kegiatan BISA ini, diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Kabupaten Belitung Timur ini yaitu ada 5 Pengelola Destinasi Wisata yang hadir saat ini seperti Open Pit Namsalu, Pantai Burung Mandi, Taman Mangrove Pantai Tambak, Pantai Nyiur Melambai dan Tebat Rasau dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru menuju masyarakat yang produktif dan aman, serta mendukung destinasi pariwisata untuk mengantisipasi tatanan kehidupan baru pasca Covid-19 sesuai prinsip higienis dan sanitasi yang baik,” bebernya.

Evi melanjutkan, pengelola destinasi wisata harus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan masing-masing objek wisatanya sekaligus memantapkan dan betul-betul  menyiapkan paket-paket wisata yang akan dijual atau ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung. “Jangan sampai begitu datang wisatawan, paket wisatanya belum ada atau belum siap. Karena dengan paket wisata inilah justru yang dapat membangkitkan atau menggerakkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata,” harapnya. (msi)