Parkir “Siluman” Bertebaran di Jembatan Emas

by -
babel-edisi-03-januari-2017
Kondisi jembatan Emas hampir setiap hari ramai dikunjunggi masyarakat, namun sayangnya kondisi ini menjadi ladang baru bagi oknum untuk membuka areal parkir siluman diatas jembatan tersebut. Foto : Wahyu | RB

PANGKALPINANG – Meski belum diresmikan, jembatan Emas sebagai penghubung Pangkalpinang-Bangka menjadi primadona masyarakat Bumi Serumpun Sebalai. Pasalnya, hampir setiap hari ratusan masyarakat tumpah ruah di lokasi untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga. Namun sayangnya, kondisi ini tak urung dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk meraup keuntungan dengan menjadikan jembatan tersebut sebagai lokasi parkir baru.

” Entah orang dari mana, sejak pertama kali jembatan ini dibuka sudah ada yang menjaga untuk mengambil uang parkir. Padahal, inikan bukan masuk daerah parkir resmi. Kami sebagai masyarakat sangat menyayangkan kejadian ini,” ungkap Sulaiman (44) warga Pangkalbalam ditemui di lokasi, Senin (2/1), sore kemarin.

Dikatakan Sulaiman, jika dirinya tidak keberatan harus mengeluarkan uang parkir, apalagi untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 2000 dan mobil Rp 5000. Namun, dengan ramainya masyarakat yang datang menggunakan kendaraan, tentu saja uang yang terkumpul di lokasi parkir jembatan emas tentu tidak sedikit. “Pemerintah harusnya jangan membiarkan kondisi semacam ini terjadi, jangan sampai pungli meraja lela di Bumi Serumpun Sebalai, apalagi jembatan Emas dibangun dengan menggunakan uang rakyat yang jumlahnya tidak sedikit,”cetusnya.

Tak hanya itu, dari pantauan koran ini di lokasi puluhan kendaraan baik roda empat maupun roda dua secara bergantian datang dan meninggalkan lokasi jembatan emas. Mereka yang datang sebagian besar warga Pangkalpinang. Kondisi jembatan yang sebelumnya tertutup pagar seng, kini dibuka untuk umum. Sayangnya, kondisi ini tak urung dijadikan lahan pungli bagi sejumlah oknum masyarakat yang bukan berasal dari warga sekitar lokasi.

“Mereka yang jaga parkir kebanyakan bukan orang disini, tapi ada juga orang disini. Sejak kami membuka jualan disini mereka sudah dulu ada, “ujar Maya (33) salah-satu penjual minuman ditemui di lokasi parkir.

Terpisah Kepala Ombudsman Perwakilan Babel, Jumli Jamaluddin mengatakan kondisi parkir diatas jembatan sudah menyalahi prosedur, terlebih lagi menurutnya parkir yang dikenakan kepada masyarakat tidak resmi. ” Harusnya ini menjadi perhatian Dinas terkait, jangan sampai jembatan Emas menjadi areal parkir siluman. Itu kembali kepada Dinas karena mereka yang memiliki wewenang,”tegas Jumli. (wah)