Ranati Sudah Siapkan Rencana

by -

*Masih Proses Amdal, Siap Sewakan Lahan ke Pedagang

 

asriningati- direktur pt ranati

TANJUNGPANDAN-Sejumlah pertanyaan dari berbagai kalangan mengenai perkembangan dan rencana pembangunan kawasan Pantai Tanjungtinggi atau Pantai Bilik mulai terjawab. Pemilik otoritas kawasan Pantai Laskar Pelangi itu, PT Ranati menyatakan sudah memiliki rencana ke depan, termasuk kesiapan menyewakan lahan untuk pedagang.Direktur PT. Ranati Asriningati mengatakan, meski tetap respek, dirinya mengaku kecewa pada komentar dari Wakil Ketua DPRD. “Beliau (Waktil Ketua DPRD,Red) kan tidak tahu apa yang sedang kita rencanakan dan kita sudah punya planning ke depannya. Termasuk kepada para pedagang untuk menyewakan tempat dan lahan. Jangankan menyewakan lahan hampir satu hektar saya berikan kepada para pedagang yang dulunya berjualan di pinggir pantai. Tidak etis kalau berbicara seperti itu membuat keadaan kurang kondusif,” kata Asriningati keada Belitong Ekspres, Selasa (15/3), kemarin.Seperti diberitakan BE kemarin (14/3), DPRD Kabupaten Belitung nampaknya mulai kehilangan kesabran dengan kondisi pengembangan kawasan Pantai Tanjungtinggi atau Pantai Bilik atau Pantai Laskar Pelangi. Sebab, sampai sekarang DPRD menilai tak ada keseriusan dari pemilik lahan untuk membangun kawasan ini. Padahal, kawasan ini termasuk destinasi favorit turis yang datang ke Pulau Belitung.“Lahan yang dikuasai PT. Ranati sudah terlalu lama dan semakin tidak jelas rencana pembangunannya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie kepada Belitong Ekspres, Minggu (13/3), kemarin.Isyak juga mengkritik Pemerintah daerah (Pemda) yang dinilai tidak transparan mengkomunikasikan sejauh mana pembangunan kawasan ini menyusul digusurnya warung makan warga dari lokasi ini.Menurut Asri, tidak pada tempatnya membawa-bawa pemerintah daerah dalam masalah pembangunan kawasan Pantai Bilik. “Sebagai Pimpinan DPRD harus bijak. Jangan seperti mangadu domba kami (Ranati-red). Kalau mau tembak langsung saja kepada kami (Ranati-red) jangan membawa-bawa pemerintah,’’ tegas Asri.Dikatakan, dengan segala kekurangan yang ada, baik itu dari pemerintah dan Ranati termasuk Ketua DPRD, dinilai sudah sangat PT Ranati dalam berkiprah di Belitung. “Tidaklah mudah dan Ranati sangat bersabar dalam menjalani segala hambatan selama ini,’’ ungkapnya.“Mestinya kita bisa bijak. Pemda dan DPRD pempunyai tujuan yang sama yaitu sama-sama untuk membangun daerah dan kami (Ranati,Red),” tandasnya.Dia juga membantah jika ada kesan seolah-olah PT Ranati menunda-nunda untuk memperlama pembangunan. “Itu tidak benar, lantas kalau menghitung waktu yang tepat, pastilah. Namanya seorang pengusaha masih memperhitungkan waktu yang baik seperti waktu kami menbangun Hotel Lor In. Pada waktu dulu, kami sampai berdarah-darah  dan hampir bunuh diri membangun itu. Dan sekarang mulai menikmatinya. Belajar dari hal tersebut mudah-mudah ke depan bisa membangun daerah,’’ terang Asri dengan nada menggebu.Dia mengakui, masih ada persoalan dalam perizinan, seperi Amdal. ”Terus terang saya menunggu Amdal keluar sudah delapan bulan. Dengan segala hormat tentu ada proses dalam pengeluaran amdal tersebut dan saya menghormati proses situ dengan sabar,” ungkapnya.Diterangkan, ada kesempatan waktu GMT dan seharusya sudah ada 200 atau 300 kamar hotel. Tapi situasi yang ada seperti ini, sehingga manajemen belum bisa melakukan pembanguan karena terkendala perizinan, persyaratan dan sejumah rentetannya. “Seharusnya DPRD mengerti akan hal itu sejak dulu, bukannya memberatkan atau membuat suasa menjadi tidak kondusif,’’ kritiknya.Dia menambahkan, saat ini yang sudah selesai empat desain hotel dan satu hotel dalam perjalanan. Dari gambar desain itu harus membuat gambar hotel dan itu bisa memakan waktu satu sampai dua bulan. Belum lagi perizinan, rekon dan lain sebagainya. Dan itu memakan waktu dan tidak mudah seperti membalikan telapak tangan.“Kalau kita ingin daerah kita maju dukunglah perusahaannya dan menciptakan suasana yang positif, sehingga bisa berjalan bersama-sama. Jangan sampai ada polemik,” tutupnya.(mg1)