Pasangan Mesum Digrebek Polisi

by -

*Dua Pemuda “Aibon” Diamankan dalam Razia Pekat

foto B- tengah 1 pengerebekan di kos

Foto B: ainul yakin/be
Pelaku tindakan mesum yang ditangkap polisi bersama teman perempuannya di kamar penginapan.

TANJUNGPANDAN-Asyik memadu kasih di kamar, pasangan mesum digrebek polisi. Pasangan bukan suami istri yang diketahui bernama Anifa (24) warga Jalan Suryo Kampong Parit dan Anton (28) warga Perumnas, diamankan Polres Belitung di Penginapan Melati Kawasan Aik Baik, Sabtu (26/4) malam.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua pemuda yang tertangkap tangan mengkonsumsi aibon, saat razia penyakit masyarakat di Jalan Pilang Kebun. Razia ini, dipimpin Kasat Intelkam Polres Belitung Iptu Ponijan.
Target razia pekat ini, para pemuda yang pesta miras dan prostitusi. Setiba di Pilang, anggota Polres Belitung mendapati kedua bocah yang beriniasl Ao (17) dan JM (14) sedang tertangkap tangan menghisap aibon. Mengetahui hal tersebut, kemudian mereka langsung diangkut dan dibawa ke Mapolres.

Usai, dari Pilang, razia dilanjutkan menuju ke kawasan Aik Pelempang Jaya. Di lokasi ini Polisi melakukan penyisiran ke lokasi-lokasi yang biasanya dijadikan tempat berkumpulnya pemuda yang sedang pesta miras. Namun sayangnya, polisi tidak menemukan adanya remaja yang melakukan pesta miras.

Setelah itu, razia dilanjutkan menuju ke Jalan Aik Baik. Sebelumnya, lokasi ini dikeluhkan masyarakat sekitar tentang adanya rumah (penginapan melati,red) yang dijadikan sarang mesum oleh pasangan yang diduga bukan suami istri.
Setiba di lokasi polisi langsung melakukan pengecekan di tempat tersebut. Alhasil, polisi mengamankan pasangan bukan suami istri sedang berduaan di dalam kamar.  Setelah ditanyai, mereka tidak bisa menujukan bukti surat nikah, hingga akhirnya dua sejoli ini diangkut ke polres.

Setelah itu, Polres Belitung langsung melakukan razia lagi di Penginapan Prima dan Samosir. Di tempat ini, polisi tidak menemukan adanya pasangan mesum. Kondisi penginapan sepi dan tertutup. Setelah di telusur ke dalam kamar, tidak ada orang menginap.

Anton mengatakan, pasangan mesum ini mengakui semua perbuatannya. Menurutnya, dia baru pertama kali melakukan perbuatan terlarang ini di tempat tersebut. Selain itu, alasan mereka berdua memilih tempat tersebut lantaran harganya murah.

“Awalnya saya mendapat informasi dari teman. Katanya di tempat itu harganya murah, maka dari itu kami memilih tempat tersebut. Harga di tempat itu saya bayar Rp 50 ribu (per malam,Red),” ujar Anton didampinggi kekasihnya.

Sementara itu,Kasat Intel Polres Belitung Iptu Ponijan seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, saat razia tidak ditemukan adanya pemuda maupun orang dewasa yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras.

“Mulai ada penurunan dari razia-razia sebelumnya. Kami akan ters melakukan razia hingga Belitung sudah mulai aman, ” ujar Iptu Ponijan Kepada Belitong Ekspres, Minggu (26/4) dini hari kemarin.

Mengenai hukuman yang akan diberikan kepada pasangan ini, pria berkumis ini menjelaskan, keduanya akan di data dan di beri pembinaan. Dikatakan Iptu Ponijan, untuk kedua bocah yang tertangkap lantaran ngaibon, kedua orang tuanya akan dipanggil. “Intinya, mereka kami beri binaan setelah itu pendataaan. Dan mereka kami pulangkan,” pungkasnya.

Terpisah, orang tua Oa (17) yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya tidak menyangka anaknya melakukan perbuatan tersebut. Dia kaget, saat tetangganya mengabari bahwa putranya diamankan polisi lantaran kedapatan ngaibon.

“Saya tidak tahu kalau anak saya ngaibon. Pada saat itu, saya tidur. Setelah itu, kami dikabari kalau anak saya diamankan polisi. Setelah kejadian ini, saya akan awasi terus anak-anak kami,” ujarnya. (kin)