Pasangan Suami Istri Ngaku Buat Arak Merah untuk Ibadah

by -
Pasangan Suami Istri Ngaku Buat Arak Merah untuk Ibadah  
Pasangan suami istri Fan Tjin dan Ester Cuti saat menjalani sidang di PN Tanjungpandan, Kamis (25/2). 

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pasangan suami istri Fan Tjin (65) dan Ester Cuti (66) mengaku membuat arak merah untuk acara ibadah. Hal itu mereka ungkapkan saat sidang yang mengagendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, Kamis (25/2).

Kedua terdakwa hampir satu jam dicecar sejumlah pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung dan Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Saat penggerebekan Pol PP yang dipimpin Bupati Belitung, Sahani Saleh keduanya sedang tidak berada di lokasi.

“Kami lagi di kawasan Asam Lubang, Air Merbau. Setelah itu, kita diminta keterangan oleh pihak kepolisian dan ditetapkan Tersangka hingga persidangan,” kata Fan Tjin, diharapkan Majelis Hakim PN Tanjungpandan yang dipimpin Anak Agung Niko Brama Putra.

Dalam persidangan yang digelar beberapa pekan lalu, keduanya didakwa JPU Kejari Belitung dengan Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 Tentang Pangan, Juncto Pasal 55 KUHP. Sebab, dalam kasus ini keduanya bersama-sama membuat minuman keras jenis arak tanpa adanya perizinan.

Dia menjelaskan, pembuatan arak tersebut dilakukan di rumahnya. Untuk cara membuat, berawal dari sejumlah bahan. Seperti beras merah, ketan, ragi, gula pasir, hingga pewarna untuk membuat arak merah.

Kata Fan Tjin, untuk proses pembuatan arak merah membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Saat digerebek di tahun 2019 lalu, ia membuatnya pada bulan Juli. Setelah itu barang tersebut diamankan di bulan Agustus.

“Sebelum arak merah siap saji, akan melalui proses penyulingan. Setelah itu dikemas lalu dijual ke orang Tionghoa, untuk beribadah. Selain itu juga untuk bahan makanan,” jelas kakek berusia 65 tahun itu.

Arak merah ini dibuat sendiri oleh Fan Tjin. Sedangkan, sang istri Ester Cuti hanya menyiapkan kayu bakar dan peralatan. Dia melakukan hal itu sudah beberapa kali. “Untuk yang meracik arak merah ini saya sendiri. Tidak boleh dibantu istri. Sebab ada mitos, untuk membuat arak tidak boleh ada perempuan,” kata Fan Tjin diiyakan istrinya.

Ketika ditanyai mengenai masalah perizinan, Fan Tjin dengan tegas mengatakan tak ada izin dalam pembuatan arak merah ini. “Arak ini tidak ada izin. Serta tidak pernah membuat izin,” pungkasnya.

Sementara itu, JPU Kejaksaan Negeri Belitung Tri Agung Santoso mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta ahli beberapa waktu lalu. Untuk sidang kemarin, agenda pemeriksaan terdakwa.

Mengenai sidang pemeriksaan kemarin, terdakwa Fan Tjin sempat berbelit-belit saat memberikan keterangan. Salah satu ketika ditanyai mengenai dapat dari mana dia belajar untuk membuat arak.

Lalu Fan Tjin menjawab dari Youtube. Setelah itu ditanyai lagi, tahun berapa dia memproduksi arak. Ia menjawab sekitar tahun 1998. Nah pertanyaannya, pada tahun tersebut apakah sudah ada YouTube.

“Ini yang membuat terdakwa berbelit-belit. Untuk selanjutnya sidang akan digelar pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU Kejaksaan Negeri Belitung,” ujar Tri Agung. (kin)