Pasca Tiga Anggota Tertular Covid-19, DPRD Belitung Senyap!

by -
Pasca Tiga Anggota Tertular Covid-19, DPRD Belitung Senyap!
Gedung DPRD Kabupaten Belitung.

Semua Kunjungan Luar Daerah Dibatalkan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pasca 3 Anggota DPRD Belitung positif terpapar Covid-19, suasana kantor wakil rakyat yang berada di jalan Anwar Lesung Batang Tanjungpandan, senyap. Hanya ada Satpol PP yang menjaga, meski sementara ada PNS maupun pegawai non PNS yang terlihat beraktivitas di ruang Sekretariat.

BUPATI Belitung H Sahani Saleh mengatakan dalam waktu seminggu kantor DPRD Belitung disterilisasi. Sehingga aktivitasnya akan diliburkan. “Mulai hari ini, siang ini (kemarin.red), akan disterilisasi dalam waktu seminggu ini, sehingga aktivitas di kantor itu ditiadakan, dan bekerja dari rumah,” tegasnya.

Hampir seluruh ruangan di Gedung DPRD Belitung saat ini sudah disemprot dengan disinfektan oleh petugas Satgas Penanganan dan Pencegahan Kabupaten Belitung.

“Semua sudah disemprot disinfektan. Dari kemarin langsung kami minta semprot, hari ini juga sudah, besok akan kami semprot lagi oleh PMI, jadi kami sudah antisipasi,” kata Kepala Bagian (Kabag) Umum Sofyan didampingi Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Belitung Thamrin kepada Belitong Ekspres, Senin (3/8) kemarin.

Dikatakan Sofyan, seluruh pegawai PNS dan non PNS yang ada di Sekretariat DPRD yang pernah kontak langsung dengan 3 Pasien Covid-19 sudah dilakukan rapid test pagi kemarin. Alhasil, seluruh pegawai ini non reaktif. Setelah itu aktivitas tetap berjalan seperti biasa. “Seluruh pegawai yang ada tadi sekitar 30 orang di rapid tes. Hasilnya semua non reaktif,” terangnya.

Kata Sofyan, dari saran dan konsultasi dengan petugas tracking, harus dilakukan swab tenggorokan. Sedangkan untuk kantor DPRD tersebut harus ditutup sementara. Namun mereka masih menunggu keputusan Bupati Belitung.

“Ya kalau kata pimpinan ditutup, ya untuk sementara kita siap tutup. Jadi kita masih menunggu, tapi saran dari tim tracking kantor ini ditutup sementara,” tukasnya.

Selanjutnya dikatakan petugas tracking, berdasarkan jadwal hari ini ada anggota DPRD yang melakukan kunjungan kerja. Tetapi dengan adanya peristiwa ini, semua agenda dibatalkan.

“Kemarin itu (minggu) Bapem Perda yang berangkat, dan hari ini jadwalnya Komisi II yang berangkat, tapi semua dibatalkan, karena kondisi ini tadi,” terangnya.

Dikatakan Sofyan, pembatalan keberangkatan itu karena tempat tujuan tugas yang dikunjungi kemungkinan tidak menerima kunjungan anggota DPRD. Sebab, ada yang terpapar Covid-19.

“Sekarang sudah jelas anggota dewan kita tersiar di berita, dan tidak mungkin ada yang menerima. Namun kita belum terima perintah dari tim gugus tugas, tapi semua orang sudah tau, jadi kita batalkan semua,” ujarnya.

Ditambah lagi, saat ini jumlah anggota DPRD Belitung beserta pendamping yang masih berada di Pulau Bangka 11 orang. “Ada tujuh orang anggota DPRD, dua pendamping, Pak Sekwan dan Kabag satu orang, tadi pagi mereka di-swab dan ada tindak lanjut dari sana. Seharusnya mereka ini pulang Rabu, tapi tujuan tempat mereka dinas luar ini tidak menerima lagi, jadi mereka ingin pulang, tapi pesawat kemungkinan tidak dapat, jadi belum bisa pulang ke Belitung,” pungkasnya.

SY Menyetir Sendiri untuk Isolasi

Sementara itu, mendapati hasil rapid testnya reaktif, salah anggota DPRD Kabupaten Belitung berinisial SY (36) langsung melakukan isolasi mandiri di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Belitung.

SY (36) menceritakan, pada hari sabtu tanggal (1/8) sebelumnya berangkat melakukan tugas keluar daerah dirinya melakukan uji rapid test sebagai salah satu syarat untuk keberangkatan lantas, pada sore harinya hasil rapid test tersebut dinyatakan reaktif.

“Pada sore hari keluar hasilnya, bahwa reaktif. Saya tidak berfikir terlalu jauh, demi keselamatan keluarga dan masyarakat sekitar saya kemudian nyetir sendiri di malam hari menuju SKB,” ujarnya saat dihubungi Belitong Ekspres, Senin (3/8) kemarin.

“Saya juga disarankan untuk isolasi mandiri selamat 14 hari di rumah, namun karena anak masih kecil dan ada keluarga biar lebih aman, saya ke SKB untuk istirahat sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut,” sambung Politisi PPP tersebut.

Dikatakanya, selama pandemi Virus Corona ini sudah banyak masyarakat yang terlebih dahulu terinfeksi virus Covid-19 dan melakukan isolasi dengan penuh semangat berjuang hingga akhirnya bisa sembuh kembali.

“Kami juga demikian mempercayakan Pemkab dan tim gugus untuk memberikan perawatan pada kami selama di solasi 14 hari kedepan,” tukasnya.

Sebelum dirinya diperiksa, ia tidak merasa ada keluhan seperti batuk, demam, sesak nafas dan tidak ada gejala (OTG). “Saya mengembalikan pada pemilik kehidupan Allah SWT bahwa ini merupakan suatu ujian dan kita harus banyak bersabar. Ini bukan suatu aib, tetapi pembelajaran moral bahwa kita tidak perlu takut dan panik namun yang penting kalau ada gejala, segera periksa, berobat dan berikhtiar,” katanya.

Menurutnya, virus Covid-19 ini tidak memilih status sosial mulai dari Menteri, Gubernur, Walikota sampai masyarakat terbawah pun sudah pernah terpapar virus Corona ini.

“Kami sudah menyampaikan ke dinas terkait untuk secepatnya mentracking keluarga terdekat dan yang pernah kontak dengan kami untuk segera diperiksa supaya secepatnya bisa memutus mata rantai dan Insya Allah semua ada hikmah dan baik-baik saja,” harapnya.

“Kami juga berharap semua sektor ekonomi tetap harus berjalan seperti biasa dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. Semoga kami yang dirawat di sini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi kasus-kasus baru kedepanya,” pungkasnya.

Klaster Baru Covid-19 di Belitung

Sementara itu, Bupati Belitung H Sahani Saleh menyebut, dengan terpaparnya 3 Anggota DPRD Belitung positif Covid-19, menjadi klaster baru di Kabupaten Belitung.

” Ya ini, klaster baru, mereka ini pernah mengunjungi Bangka pada minggu lalu,” kata Bupati Belitung H Sahani Saleh kepada Belitong Ekspres, Senin (3/8) kemarin.

Menurut Bupati, anggota dewan tersebut pernah berkunjung ke Bangka, kemudian pulang, dan mereka mau berangkat lagi sehingga melakukan rapid tes lagi.

Orang nomor satu di kabupaten Belitung itu menyebutkan, sebelumnya ketika adanya wabah Covid-19, pihaknya memang membatasi kunjungan daerah bagi ASN di lingkungan Kabupaten Belitung.

“Sekarangkan untuk koordinasi, tidak perlu datang, kalau mau rapat tinggal webinar, kalaupun ada koordinasi semua jajaran, kementerian terbuka pakai WA, sms dan telpon,” jelas Bupati yang karib disapa Sanem itu.

Sanem menyebutkan, untuk saat ini OPD atau ASN yang ingin mendampingi DPRD tidak diberikan izin lagi. “Untui sementara ini, kita khawatir, jadi kalau DPRD mau berangkat ya silahkan, tapi Bupati tidak memberikan lagi untuk pendamping OPD,” terangnya.

Kemudian kata Sanem, saat ini pihaknya sedang melakukan tracking dari 3 pasien positif Covid-19 ini, terutama keluarga, kemudian yang pernah kontak langsung dengan yang bersangkutan.

“Sedapat mungkin untuk mereka secara mandiri, untuk datang rapid tes, jangan segan-segan atau malu-malu, siapa yang selama ini pernah kontak langsung untuk rapid tes,” jelasnya.

Kepala Bidang P2P Dinkes Belitung, Joko Sarjono menambahkan, saat ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kabupaten Belitung langsung bergerak cepat melakukan tracking orang-orang terdekat atau kontak pasien tersebut.

” Yang ditracking mulai semalam via telpon ke beberapa anggota keluarga yang konfirmasi positif. Hari ini tracking ke kantor DPRD ada 58 pegawai sekwan yang diwawancarai. Saat ini sedang dalam proses tracking,” kata Joko Sarjono saat dihubungi Belitong Ekspres. (dod/rez)