Pastikan Kesehatan Petugas Coklit, Pemda dan KPU Beltim Teken MoU

by -
Pastikan Kesehatan Petugas Coklit, Pemda dan KPU Beltim Teken MoU
Bupati Beltim Yuslih Ihza bersama Ketua KPU Beltim Rizal dan Kepala Dinas Kesehatan Yulhaidir menunjukkan berkas MoU terkait pemeriksaan kesehatan bagi petugas coklit yang mulai bekerja tanggal 15 Juli 2020.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Guna memastikan jajaran petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pilkada Beltim 2020 sehat ketika bertugas, Pemerintah daerah bersama KPU mengikat perjanjian kerjasama pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza dengan Ketua KPU Beltim Rizal dan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Yulhaidir, Jum’at (7/10) kemarin.

“Hari ini kita menandatangani MoU antara Pemda dengan KPU dalam rangka Pilkada 2020. MoU ini ditandatangani hari ini untuk ditindaklanjuti dalam waktu 12 bulan. Dengan adanya MoU, pelaksanaan tugas KPU untuk pilkada bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” jelas Yuslih seusai penandatanganan kesepakatan di ruang kerjanya.

Ketua KPU Beltim Rizal menjelaskan, selama 2 hari yakni Jum’at dan Sabtu, seluruh petugas PPDP yang telah ditetapkan akan memeriksakan diri di Puskesmas terdekat. Pelayanan pemeriksaan kesehatan ini bersifat gratis selama untuk kepentingan pelaksanaan tugas penyelenggara pilkada.

“(Mou) juga sosialisasi untuk protokol kesehatan untuk setiap tahapan pilkada. Setiap rangkaian tapahan, Dinas Kesehatan akan mengirimkan tim ke KPU agar setiap tahapan dilaksanakan secara ketat dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Rizal.
“Hari ini sampai besok di Beltim tim Puskes akan memeriksa petugas PPDP kami untuk pelaksanaan coklit kedepan. Kami ingin memastikan petugas kami bebas dari influenza atau covid,” imbuhnya.

Rizal menegaskan, selain menjaga kesehatan petugas coklit, KPU ingin memastikan masyarakat tidak khawatir apabila didatangi petugas ke rumah-rumah. Sebab petugas akan secara rinci mencocokkan data pemilih dengan dokumen kependudukan tiap-tiap orang.

“Hal itu (pemeriksaan kesehatan) menjadi sinyal bagi KPU ke masyarakat pemilih bahwa dalam melaksanakan coklit, petugas kami memang benar-benar sehat agar dapat diterima dan mereka tidak ada kendala masuk rumah penduduk. Karena akan mencoklit di setiap rumah ada beberapa pemilih dan tidak bisa sebentar, harus dicek semua seperti KTP, NIK dan KK,” jelas Rizal.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim Yulhaidir membenarkan jika kesepakatan bersama KPU merupakan tindakan memastikan petugas PPDP terbebas dari influenza dan Covid. Ia berharap seluruh petugas PPDP yang diperiksa tetap dalam kondisi sehat agar tugas mereka bisa dijalankan dengan baik.

“Ada beberapa poin yang mereka siapkan. Mudah-mudahan beberapa nama yang masuk dalam daftar proses pemeriksaan coklit dalam kondisi bebas influenza dan bisa melaksanakan tugas melalui tahapan-tahapan sampai proses ke lapangan,” singkat Yulhaidir. (msi)