Pasutri Kompak Jual Pil Setan

by -

//Diamankan Sat Narkoba Saat Hendak Transaksi
//BB 30 Butir Ekstasi, 33 Paket Sabu-sabu

SUNGAILIAT – Puluhan paket narkoba jenis ineks ekstasi dan belasan paket jenis sabu-sabu diamankan jajaran Sat Narkoba Polres Bangka dari pasangan suami istri (pasutri) warga Belinyu, Kabupaten Bangka Sabtu, (21/11) malam lalu. Barang haram yang hendak dijual dan sebagiannya dikonsumsi sendiri tersebut diamankan dari Memet (38) dan Nia (34) beserta sejumlah barang bukti berupa ponsel dan mobil kendaraan operasional.

Dalam ekspos perkara penangkapan kemarin, Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana melalui Kabag. Ops Kompol Riduan M Rajadewa didampingi Kasubag Humas Polres Bangka Iptu Ayu Kusuma Ningrum mengatakan, tertangkapnya pasutri sekitar pukul 22.15 WIB akhir pekan lalu pertama kali ketika keduanya berada di dalam mobil. Keduanya berada di TKP Jalan Raya KD Panji Desa Gunung Muda Kecamatan Belinyu.

“Saat itu kita mengamankan 5 butir inek ekstasi, setelah diintrogasi, dilakukan pengembangan kemudian digeledah rumah pelaku,” kata Riduan M Rajadewa kepada sejumlah wartawan, kemarin (23/11).

Di rumah pasutri yang sebelumnya adalah pasangan janda dan duda masing-masing 3 anak ini, ditemukan sebanyak 30 butir ekstasi ditambah 32 paket yang diduga sabu-sabu dengan ukuran berat bermacam-macam. Diamankan juga 2 unit handphone yang digunakan untuk transaksi dan 1 mobil kijang sebagai kendaraan untuk membawa barang bukti.

“Keduanya akan melakukan transaksi, lalu dicegat di Jalan Raya KD Panji Desa Gunung Muda. Dalam penggeledahan, ditemukan lima butir inek ekstasi ada yang dibungkus kertas alumunium rokok,” sebut mantan Kabag Ops Polres Beltim ini.

Aksi pasutri menjual narkoba sudah berlangsung sekitar 3 tahun dengan sasaran pembeli para pekerja tambang inkonvensional. Kepolisian menghitung total harga narkoba tersebut mencapai Rp 36 juta kalau dirupiahkan. Untuk satu paket sabu-sabu dijual dengan harga bervariasi dalam ukuran berbeda-beda, ada yang seharga Rp 500 ribu. Untuk ekstasi satu butirnya dijual Rp 400 ribu dengan kuntungan per butir inek ekstasi Rp 200 ribu.

“Barang dari Palembang dan keduanya merupakan pemain lama yang beraksi dengan transaksi lewat ponsel. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112, Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancamannya 5 tahun penjara,” tandas Riduan M. Rajadewa.

Sementara Nia bersama suaminya, Memet mengaku mengambil barang itu dari Palembang Sumatera Selatan dan membawanya lewat jalur laut dengan kapal cepat. Keduanya mengaku selain menjual juga memakai barang haram tersebut, namun aksi diakui baru pertama kali saat tertangkap.

“Sebelumnya belum pernah pak, baru kali ini,” sebut Nia.

#Bermula Dari Laporan Masyarat

Kasat Narkoba Polres Bangka, AKP. Faisal Fatsey mengatakan, penangkapan kepada pasutri pengedar narkoba tersebut berawal dari laporan masyarakat. Saat dilakukan penyelidikan, pihaknya mengendus kedua pasutri hendak membawa pil inek ekstasi dari Belinyu ke Sungailiat.

“Awalnya kita mendapat laporan bahwa kedua tersangka ini akan membawa barang tersebut ke salah satu cafe di Belinyu, namun akhirnya berubah. Kita dapat laporan bahwa tersangka akan ke Sungailiat, dengan kesigapan anggota, akhirnya kita berhasil mengejar mobil tersangka di jalan Yos Sudarso Belinyu,” kata Faisal Fatsey.

Saat dilakukan penggeledahan, 5 butir pil ektasi disimpan terpisah, ada yang di dalam bungkus rokok pada kotak dalam mobil, di saku celana Nia dan di dekat posisi duduk Memet. Sekitar pukul 02.30 WIB Senin dini hari lalu, polisi menggeledah kediaman tersangka di Komplek Kuto Panji Belinyu yang akhirnya ditemukan puluhan pil ekstasi dan belasan paket sabu-sabu. Diantaranya 32 paket sabu-sabu dengan total berat 13 gram yang disimpan tersangka di dalam gudang rumah orang tuanya.

“Mereka ini bagi tugas, istrinya menjual pil ekstasi, suaminya menjual sabu-sabu,” ujar Faisal Fatsey. (trh)