PBB Belum Tentukan Arah Koalisi

by -

MANGGAR – Menjelang Pilkada Belitung Timur (Beltim) 2015 Desember mendatang, sejumlah partai politik di DPRD Beltim belum dapat menentukan arah.Tak terkecuali Partai Bulan Bintang (PBB) yang didirikan putra daerah Beltim Yusril Ihza Mahendra.
Koalisi partai dianggap penting karena menyangkut jumlah syarat perolehan kursi dan suara yang diatur didalam UU Pilakda. Terutama menyangkut jumlah kursi yang minimal harus berjumlah 20 persen dari jumlah anggota DPRD, yakni 5 kursi. Sebab, tak ada satu pun parpol pemenang Pilcaleg lalu yang memiliki 5 kursi.
Ketua DPC PBB Beltim, Koko Haryanto kepada Belitong Ekspres Minggu (15/3) kemarin mengatakan, bahwa tidak satupun partai yang bisa berdiri sendiri mengajukan calon kepala daerah.
“Tidak seperti Pilkada sebelumnya, di mana ada parpol yang bisa langsung mengusung calon tanpa berkoalisi terlebih dahulu. Pilkada sekarang menuntut setiap parpol harus berkoalisi kepada parpol lain yang memiliki kursi. Aturan dalam UU Pilkada sekarang ini, jumlah suara bagi Parpol yang tidak memiliki kursi tidak dihitung dalam proses pengusungan calon Kepala daerah,” ungkap mantan Kepala Desa Burung Mandi itu.
Menurutnya, sekarang ini jumlah suara hanya dihitung untuk parpol yang ada kursinya di DPRD. Bila tidak ada, suaranya tidak bisa disatukan dengan parpol yang memiliki kursi.
“Umpamanya saat ini seperti PKB, PKPI dan Demokrat, ketiga parpol itu tidak bisa dihitung dalam syarat perolehan suara 25 persen untuk mengusung calon,” jelasnya.
Dengan demikian lanjut Koko, semua Parpol harus mulai melakukan penjajakan untuk mengambil arah koalisi dalam Pilkada nanti.
“Kami (Partai Bulan Bintang, red) saat ini juga belum menentukan arah koalisi. Saat ini kami sedang melakukan penjajakan dengan beberapa Parpol, untuk melakukan pembicaraan awal tentang format koalisi untuk Pilkada. Apalagi PBB memiliki 3 Kursi, ini artinya PBB memerlukan 2 kursi lagi untuk ikut mengusung calon,” terangnya.
Untuk itu, Koko mengajak semua elemen masyarakat dapat mendukung proses Pilkada, begitu juga dengan parpol-parpol di Beltim. Tujuanmnya, agar menghadirkan calon-calon pemimpin terbaik untuk masyarakat Beltim.
“Sebagai Partai yang dilahirkan oleh Putra daerah, kami merasa terpanggil agar figur-figur yang diajukan oleh masing-masing parpol adalah figur terbaik untuk Beltim yang lebih baik. Jangan sampai kita menyia-yiakan kesempatan dalam pilkada nanti, pilihan berdasar politik transaksional akan mencederai demokrasi kita dan tidak melahirkan pemimpin yang cakap dan mampu membangun Beltim dengan kapasitas yang memadai. Ini harus menjadi semangat kita bersama untuk kehidupan masyarakat Beltim yang lebih baik,” tutup Koko. (feb)