Pedagang Ikan Keluhkan Pasokan Balok Es

by -

*Pabrik Es Gantung Belum juga Dioperasikan

foto A HL

MANGGAR – Pedagang ikan di Pasar Gantung Belitung Timur (Beltim), mengeluhkan pasokan balok es yang tidak memadai. Sebagai pedagang, mereka hanya prioritas kedua setelah kebutuhan balok es nelayan kapal terpenuhi.
“Kita sering tidak kebagian balok es. Memang datangnya tiap hari, tapi untuk dapat balok es terkadang kita harus bersitegang dan cenderung susah,” ujar Gopa, ketika harian ini mengecek keberadaan Pabrik Es milik DKP Beltim di Dermaga Sungai Lenggang,Rabu (3/3) kemarin.
Menurut Gopa, selama ini pasokan balok es diperoleh dari pabrik yang berada di Tanjungpandan. Sehingga, jumlah kebutuhan balok es yang dipasok pun terbatas dan mengutamakan nelayan kapal.
“Biasanya setiap hari datang jam 10an. Kadang 1 truk, kadang 2 truk sesuai permintaan. Tapi kita sebagai pedagang ikan tetap saja kesulitan mendapat balok es,” keluhnya.
Kesulitan memperoleh balok es, kata Gopa, semakin terasa apabila memasuki musim ikan di perairan Beltim. Jumlah nelayan kapal yang turun melaut akan meningkat dan terjadi lonjakan kebutuhan balok es dalam jumlah besar.
“Kalau pas musim ikan, pedagang ikan pasti tidak kebagian balok es. Jadi terpaksa harus mencari keluar,” tandasnya.
Terkait kebutuhan balok es untuk perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Beltim telah membangun pabrik es di beberapa wilayah. Dua di antaranya dibangun di pasar Gantung dan pasar Lipat Kajang, Manggar.
Untuk pabrik es di pasar Gantung, hingga kini belum beroperasi maksimal karena kekurangan daya listrik. Sejauh ini, pihak DKP Beltim mengaku sudah berkoordinasi ke PT. PLN untuk menambah daya.

Sementara beberapa bulan lalu DKP Beltim sudah pernah menyatakan bahwa pabrik es sudah beroperasi, (BE Edisi 15/12/2014). Namun Kendala ketersediaan listrik lah yang ternyata membuat pabrik tersebut menjadi terlambat.
Kepala DKP Beltim, Ferizal menjelaskan keterlambatan pengoperasian pabrik es bukan tanpa alasan. Utamanya, yang disebabkan karena pasokan listrik belum dapat dipenuhi.
“Untuk mengoperasikan pabrik es, semua tergantung pada pasokan listrik. Tahun pertama (2013, red) sudah kita masukkan listrik, tapi tegangan tidak kuat. Ternyata harus ada trafo, sementara anggaran waktu itu tidak mencukupi. Makanya kita anggarkan tahun ini, Alhamdulillah sudah berjalan,” ungkap Kepala DKP Beltim, Ferizal.
Menurutnya, tidak ada niat menunda operasional pabrik es. Bahkan, operasional pabrik es semula dijadwalkan diawal tahun 2014. Namun gagal karena terkendala Kwh yang tidak tersedia.
Ferizal mengatakan upaya mempercepat pengoperasian pabrik es di pasar Gantung tidak akan ditunda jika daya listrik sudah mencukupi. “Pak Bupati sudah Saya telpon PLN, katanya dalam beberapa hari kedepan akan segera ditambah daya. Kalau sudah tambah daya, kita langsung operasikan pabrik es tersebut,” ujar Ferizal. (feb)