Pedagang Jangan Seenaknya

by -

*Awal Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

KOBA – Menjelang masuknya bulan Ramadhan 1437 H ini, beberapa harga bahan pokok di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) terpantau mulai merangkak naik.

Dari data yang dihimpun pihak Disperindagkop UMKM Kabupaten Bateng, diketahui ada 4 jenis komoditi bahan pokok yang merangkak naik, antara lain gula pasir, minyak goreng, daging ayam dan bawang merah.

Di awal-awal Ramadhan ini, tidak menutup kemungkinan kenaikan 4 jenis komoditi tersebut bisa saja meroket atau akan ada kenaikan dari berbagai komoditi lainnya.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Bateng Erlansyah Roskar Aprinata, kenaikan-kenaikan berbagai jenis komoditi bahan pokok ini sangat wajar terjadi mengingat permintaan meningkat dibanding hari-hari biasanya. Sedangkan stoknya tetap seperti biasa atau cenderung menurun. Menghadapi situasi seperti ini, pihak Disperindagkop UMKM Kabupaten Bateng dikatakannya harus sering-sering turun ke pasar-pasar guna mengetahui perkembangan harga bahan pokok secara detail.

“Data harga setiap hari harus selalu up to date. Kalau sudah didata dengan baik, kita akan tahu mana yang kenaikannya tajam atau masih dalam ambang batas normal. Setelah itu, baru dilakukan tindakan untuk mengatasinya,” ujarnya kepada Babel Pos, Senin (06/06) kemarin.

Diungkapkan Erlan, pada tahun 2016 ini Pemkab Bateng memiliki program pasar murah yang akan dilakukan di seluruh kecamatan. Dalam gelaran pasar murah ini, ada beberapa jenis bahan pokok yang dijual dengan harga subsidi dari pemerintah daerah yang diperuntukkan bagi warga miskin. Gelaran operasi pasar murah ini baginya dapat menjadi solusi untuk menekan kenaikan harga.

“Bahan pokok yang dijual dalam gelaran pasar murah ini memang yang seringkali mengalami harga yang fluktuatif. Kita harap pihak Disperindagkop bisa jeli kapan harus melakukan operasi pasar murah ini di setiap kecamatannya. Makanya, ini harus disertai data harga barang yang konkrit dari setiap pasar di setiap kecamatan,” ungkapnya.

“Jadi, kalau sudah diimbangi data yang konkrit, pihak Disperindagkop dapat menggelar pasar murah di kecamatan yang mulai mengalami lonjakan harga agar tidak terjadi kenaikan bahan pokok yang signifikan,” sambungnya.

Adanya program pasar murah ini, menurut Erlan tujuannya selain untuk menekan lonjakan harga juga dimaksudkan untuk membantu warga yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok selama Ramadhan 1437 H ini.

“Biasanya selama bulan Ramadhan, daya beli masyarakat kurang mampu itu menurun. Mudah-mudahan dengan adanya pasar murah ini, masyarakat kita merasa terbantu,” harapnya.

Lebih lanjut Erlan mengimbau para pedagang maupun distributor tidak bermain harga di saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini, misalnya dengan sengaja menimbun bahan pokok tertentu agar terjadi kelangkaan dan imbasnya harga melonjak, sehingga di saat itulah barang mulai dikeluarkan sedikit demi sedikit. Praktik-praktik seperti ini ditegaskannya harus dihindari.      “Masyarakat juga harus bisa sama-sama mengawasi. Kalau ditemukan adanya indikasi, silakan laporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindak tegas. Pihak Disperindagkop UMKM Bateng pun harus rutin turun ke gudang-gudang distributor guna memantau dan mengetahui langsung stok barang,” tandasnya.  (obh)