Pedagang Ngotot Wawako Pasrah

by -

PANGKALPINANG – Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian akhirnya pasrah terhadap kondisi Pasar Kerabut Pangkalpinang. Pasalnya, hingga kini para pedagang tetap ngotot tak mau pindah ke tempat yang sudah disiapkan.

Disisi lain, Pasar Fatmawati yang berada di depan SMPN 7 Pangkalpinang yang awalnya akan dijadikan sebagai tempat relokasi pedagang Pasar Kerabut kini sudah dibatalkan oleh pihak ketiga. Kondisi ini pun membuat Sopian dilema.

“Ya kita sudah berusaha untuk menata pasar kerabut, tapi pedagang nggak dukung. Jadi sekarang kita hanya bisa pasrah, karena tempat relokasi di Pasar Fatmawati sudah dibatalkan pihak ketiga, sementara kita tak punya lahan untuk menampung pedagang Pasar Kerabut, jadi ya untuk sementara biarkan lah apa maunya mereka (pedagang-red),” kata Sopian kepada Babel Pos, Seni (20/3/2017).

Ia mengatakan, pihaknya pasrah bukan berarti Pemkot Pangkalpinang tidak mau menegakkan aturan yang ada. Namun dalam hal ini pihaknya lebih mengutamakan untuk menghindari terjadinya konflik antar masyarakat.

“Jadi disini bukan berarti kita tidak mau tegas atau takut terhadap segelintir oknum pedagang, kita hanya tidak ingin ada konflik saja,” katanya.

Pada dasarnya, dikatakan Mantan Camat Rangkui ini, penertiban Pasar Kerabut sengaja dilakukan hanya untuk menciptakan kawasan tersebut lebih bersih dan bebas kumuh. Sebab wilayah persimpangan kerabut tersebut bukan merupakan kawasan perdagangan.

“Nah sebagai solusi tempat relokasi pedagang, kita sudah bekerjasama dengan pihak ketiga dengan membangun Pasar Fatmawati. Tapi karena melihat pedagang enggan pindah, jadi pengusaha pun membatalkan niat baiknya,” tegasnya.

Namun selaku wakil kepala daerah, Sopian hanya berharap kawasan Pasar Kerabut tetap berlangsung aman dan tertib. Sebab dia tidak menginginkan keberadaan pasar tersebut malah mengganggu ketertiban umum yang berdampak pada kecelakaan lalu lintas.

“Jadi jangan sampai ada korban lah. Atau mungkin baru ada korban para pedagang baru bisa sadar,” ucapnya.

Ketika disinggung sampai kapan kondisi tersebut dibiarkan, Sopian menambahkan hingga menunggu dukungan pedagang. Karena menurutnya, percuma pihaknya menerapkan aturan tapi tidak didukung oleh masyarakat.

“Karena kita tak akan bisa bekerja tanpa adanya dukungan masyarakat. Kita bisa saja ambil tindakan tegas dengan membongkar secara paksa, tapi saya kira itu bukan jalan terbaik,” tandasnya. (pas)