Pedagang : Pemkot Pilih Kasih

by -

*Gara-gara Lapak Digusur Satpol PP

PANGKALPINANG – Pedagang nanas yang menggelar lapak di jembatan Pasir Putih, mengikuti keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang meminta mereka untuk pindah dari kawasan tersebut saat menggelar penertiban, Selasa (12/8) lalu.
Beberapa pedagang membuat lapak baru sebagaimana arahan Pemkot yang meminta mereka membuka lapak di kawasan tempat penjualan ikan (TPI) Pangkalpinang, atau tepat dibawah jembatan, agar tidak mengganggu arus lalu lintas karena menggunakan trotoar.
“Kalau dibilang ini kami pindah bukan karena paksaan, tapi keinginan sendiri. Dibilang dipaksa juga sama saja,” ujar Mulyadi, salah satu pedagang disela-sela membangun lapak, kepada RB, Rabu (12/8) kemarin.
Hanya saja kesadaran pihaknya untuk pindah sesuai arahan juga diharapkan disertai dengan sikap tegas pemkot sendiri. Pasalnya, mereka menganggap pemkot terkesan pilih kasih lantaran hanya mereka saja yang ditertibkan. Sementara sebagian pedagang lainnya tetap menggelar lapak di seputaran pasar induk.
“Inikan yang ditertibkan hanya kami yang dagang di jembatan saja. Kenapa seperti iti, padahal kami tidak makan jalan. Ada apa ini, jangan pilih kasih. Ada apa dibalik ini. Disana mereka tetap bisa berjualan,” ketusnya.
Dengan adanya ketidakadilan tersebut membuat mereka kecewa dengan pemkot karena yang mereka ketahui, dikatakan Mulyadi pemkot menertibkan pasar induk. “Kami ini di wilayah perkampungan, kenapa kami yang digusur bukannya yang jualan di pasar,” tegasnya.
Solusi yang diberikan pun dirasa tidak efektif. Mulyadi mengungkapkan tempat penjualan ikan yang disarankan pemkot sebagai lokasi baru untuk mereka sangat tidak kondusif. “Sangat tidak pantas, kami kan jualan makanan yang langsung konsumsi, aroma ikan kan tidak enak. Lagian pasar itu sangat sepi. Lewat jam 12 (siang) pun sudah sepi,” bebernya.
“Kalau ditempat lama orang kan bisa langsung datang. Kalau disini aksesnya susah, mau turun dulu, jauh. Kalau disini disebut macet disana juga pasti macet. Ini tidak adil,” lanjutnya.
Untuk itu mereka menagih keadilan pemkot untuk dapat menertibkan lapak-lapak pedagang yang juga dianggap sebagai penyebab kemacetan. “Coba saja lihat di jalan Trem, disana juga macet, kami minta adil,” tutup Mulyadi
Terpisah, Kepala Satpol PP Pangkalpinang, Abdullany tidak mengangkat teleponnya saat Radar Bangka mencoba untuk mengkonfirmasi protes pedagang ke Pemkot, Rabu (12/8) malam walaupun telepon selularnya dalam keadaan aktif. (rga/tya)