Pedagang Wajib Gunakan Timbangan SNI

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – UPTD Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel) meminta pedagang untuk menggunakan timbangan besi standar SNI dan meninggalkan penggunaan timbangan plastik 2 kilogram sebagai alat dalam bertransaksi jual beli.
“Timbangan plastik hanya boleh digunakan untuk di rumah tangga saja, pedagang maupun pemilik toko tidak boleh lagi menggunakan timbangan plastik,” ujar Kepala UPTD Metrologi Disperindag Babel, Syaiful, Jumat (6/2).
Ia mengatakan, pihaknya dan Kabupaten/Kota sudah sering mengadakan razia timbangan dan tera ulang timbangan. Namun dalam tiap razia tersebut, timbangan plastik masih kerap digunakan pedagang dengan alasan belum mampu membeli timbangan standar yang disarankan.
“Memang masih banyak pedagang bandel yang masih gunakan timbangan plastik, karena itu teman-teman di Kabupaten/Kota kita himbau untuk aktif memantau para pedagang agar bisa menghilangkan ketergantungan mereka terhadap timbangan plastik,” himbaunya.
Untuk menghilangkan ketergantungan pedagang terhadap timbangan plastik ini, UPT Metrologi Disperindag Babel akan menyalurkan 80 unit timbangan standar untuk para pedagang. “Timbangan ini akan kita pinjamkan ke pedagang diseputaran pasar yang ada di Bangka Tengah (Bateng) dan Belitung, sampai mereka bisa beli sendiri, dan timbangan plastik mereka akan kita tarik,” terang Syaiful.
Selain menghimbau pedagang untuk bisa menggunakan timbangan standar, UPT Metrologi Disperindag Babel juga mengingatkan para pedagang untuk bisa mentera ulang timbangannya meskipun hanya satu kali dalam satu tahun. “Pedagang juga kita ingatkan untuk bisa menera ulang timbangannya agar takarannya selalu pas, dan tidak merugikan konsumen. Pedagang yang bandel akan kita kenakan sanksi bahkan bisa dipidana,” terangnya.
Syaiful mengatakan bahwa kesadaran pedagang untuk menera ulang timbangan ini masih rendah. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan sosialisasi. “Biaya tera retribusi timbangan 2-2 kilogram hanya Rp 4 ribu. Meskipun kesadaran pedagang masih rendah dalam menera timbangan, kita harap konsumen kita lebih cerdas bila membeli, pilihlah pedagang yang menggunakan timbangan besi sesuai SNI,” pungkasnya. (eza)

Baca Juga:  IKT Timah Datangi DPRD Babel: Kami Ingin IUP Tetap Utuh!

Rate this article!
Tags:
author

Author: