Pegadang Buah Apel Merugi

by -

TANJUNGPANDAN Sejumlah pedagang mengaku merugi, pasca keputusan Kementrian Perdagangan mengenai larangan menjual apel amerika serikat  Granny Smith , Bidart Bros dan Bakesfiled.

Beberapa pedagang buah aceran di Tanjungpandan mengaku omset penjualan mereka menurun. Meski sempat merugi, sejumlah pedagang tetap menyiasatinya dengan beralih ke produk lokal seperti apel malang.

Salah seorang pedagang buah di kawasan Pasar tanjungpandan, Abdullah mengatakan, adanya larangan untuk menjual buah apel dari Amerika serikat tersebut tentu membuatnya merugi.

“Mau gimana lagi kalau buah apel ekspor dari emerika tersebut mengadung bakteri. Jangan sampat nanti konsumen menjadi sakit gara-gara mengkonsumsi buah apel tersebut mending buah tersebut dimusnahkan,” ujarnya.

Kata Abdullah paska larangan tersebut penjualan buah apel miliknya sepi pembeli. Bahkan abdullah harus mengiklaskan 3 dus apel miliknya disita oleh pihak pemerintah (Disperindak red) untuk segera dimusnahkan. “Kalau dihitung 3 dus apel bisa merugi sampai Rp 2 juta,” sebutnya.

Senada dengan Abdullah, pedagang buah aceran lainnya yang berjualan di kawasan jalan Sriwijaya. Pasca keputusan pemerintah melarang menjual apel Impor amerika serikat, omset penjualannya mengalami penurunan.

“Saya harap supaya pemerintah segera mengambil tindakan, agar kondisi kembali seperti semula pungkasnya,” (mg1)