Pejabat Enggan Isi Jabatan Kabiro Kesra

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Takut Cairkan Dana Porwil

PANGKALPINANG – Hingga saat ini, Gubernur Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi, masih kesulitan dalam mencari pengganti Marwan sebagai Kepala Biro Kesra Setda Babel yang masih menderita sakit stroke sehingga tidak dapat menjalani peran dan fungsinya sebagai Kabiro Kesra.
“Pak Marwan yang sampai saat ini masih sakit, harus segera diganti, sama dengan Pak Andri yang harus pindah ke pusat, kita ganti mereka bukan karena suka atau tidak suka, tapi karena ada sebab,” ujar Rustam, Senin (20/4) kemarin.
Rustam menjelaskan bahwa kesulitan dirinya mencari pengganti Marwan bukan karena harus melalui beberapa tahapan, mulai dari tim Panselnas yang akan menilai hingga merekomendasikan tiga nama kepadanya, tetapi karena masih banyak pejabat di Babel yang merasa takut menduduki jabatan itu karena takut dengan PPTK.
“Sekarang memang agak sulit mencari pengganti yang akan duduk disitu, karena banyak yang takut dengan PPTK, padahal apa yang harus ditakuti, kita kerja saja sebatas aturan, jangan berpaling. Dan proses pemilihan untuk jabatan ini juga tergantung tim pansel, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terisi kekosongan ini,” tegasnya.
Salah satu contoh yang membuat posisi Kabiro Kesra enggan diisi oleh para pejabat karena menghindari terlibat langsung dalam hal pencairan dana Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera sebesar Rp 30 miliar. Padahal pelaksanaan porwil akan dilangsungkan pada November mendatang, sehingga Pemprov mempunyai waktu yang cukup singkat untuk menyelesaikan segala persiapan yang sudah mulai dilakukan. “Padahal waktunya sudah mepet, rehab juga sudah berjalan,” sesalnya.
Tidak hanya kesulitan mencari pengganti Marwan, Rustam juga kesulitan mencari pengganti Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel yang saat ini masih dipimpin oleh Andri Wahyono, karena rencananya Andri akan pindah ke Pusat.
Namun demikian, Rustam memastikan jika rencana penggantian atas kedua pejabat tersebut karena memiliki alasan masing-masing, bukan karena adanya unsur suka atau tidak suka terhadap keduanya. “Pak Andri Wahyono direncanakan akan pindah ke Pusat, sementara Pak Marwan masih sakit, jadi harus ada penggantinya,” tandasnya. (eza)

Baca Juga:  Ibrahim : Publik Menunggu Debat Berikutnya

Tags:
author

Author: