Pelabuhan Baru Solusi Barang Mahal

by -

PANGKALPINANG – Tingginya harga kebutuhan pokok di Pangkalpinang dan Pulau Bangka, dinilai Ketua DPRD Pangkalpinang, Marsyahbana, salah satunya karena faktor transportasi, khususnya keterbatasan daya tampung pelabuhan. Pangkalbalam sebagai satu-satunya pelabuhan di Pangkalpinang dinilai tidak lagi mampu menampung mobilitas kapal yang bongkar muat.
“Pangkalbalam tidak bisa disinggahi kapal besar karena ada pendangkalan, jadi hanya kapal-kapal kecil dengan muatan terbatas yang bisa bongkar muat, itu sangat tidak maksimal untuk jalan keluar masuk kebutuhan warga ibukota provinsi,” kata Marsyahbana, kemarin (19/11).
Akibat keterbatasan pelabuhan tersebut, pasokan barang yang dibutuhan masyarakat menjadi terbatas dan biaya transportasi barang membengkak yang akhirnya dibebankan ke konsumen.
“Dari dulu daya bongkar muat pelabuhan Pangkalbalam seperti itu, tidak ada penambahan, padahal penduduk kita terus bertambah, kebutuhan otomatis bertambah, akibatnya barang yang tersedia di pasaran tidak sesuai kebutuhan masyarakat, akhirnya kan berlaku hukum ekonomi, suplay and demand, ketika barang lebih sedikit dari permintaan, harga jadi mahal,” kata Marsyahbana.
Karena itu Marsyahbana menyambut positif rencana Pemkot Pangkalpinang membuat pelabuhan baru. Namun DPRD meminta dilakukan kajian yang mendalam sebelum pembangunan agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.
“Dikaji dulu dengan matang, dimana lokasi yang tepat, bagaimana konstruksi yang tepat. Koordinasikan dengan pusat. Kita di DPRD sangat mendukung pelabuhan baru agar masyarakat kita bisa mendapatkan harga kebutuhan yang lebih murah,” tambahnya. (jal)