Pelajar SMA Disetubuhi Di Pemandian

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

SUNGAILIAT-Pelajar kelas 1 sebuah SMA, Bunga harus merelakan keperawanannya direnggut secara paksa oleh temannya sendiri, Topan (23) warga Balun Ijuk di sebuah tempat pemandian, Kamis lalu (6/2). Tak terima dirinya disetubuhi paksa oleh tersangka yang merupakan anak Kades tersebut, gadis yang baru berumur 15 tahun warga Pal 9 Merawang ini pun melaporkan ke Polsek Merawang.
Kasat Reskrim Polres Bangka. AKP Agus Arif Wijayanto., SH., S.Ik seizin Kapolres Bangka. AKBP I Bagus Rai Elryanto., SH., S.Ik., MH kepada sejumlah wartawan Rabu (11/2) kemarin menjelaskan, awalnya, tersangka yang berteman dekat dengan korban ini terlebih dahulu menghubungi korban via ponsel agar korban mau datang ke pondok kebun milik kakek tersangka yang berada di seputar Kecamatan Merawang. Lantaran korban dan tersangka saling kenal, korban pun mengiyakan permintaan tersangka yang mengundangnya ke kebun durian tersebut.
Tak lama berselang, korban pun tiba di pondok kebun durian di temani teman sebayanya. Disana, korban dan temannya berikut tersangka duduk di pondok tersebut sembari bercerita. Ketika hari beranjak sore, korban pun berpamitan kepada tersangka untuk pulang ke rumah. Melihat korban ingin pulang, tersangka pun berusaha mencegah korban pulang. Lantaran tersangka beralasan ada sesuatu hal yang ingin Ia bicarakan kepada korban, membuat korban mengurungkan niatnya untuk pulang. Namun rekan korban yang datang bersama saat itu pulang duluan.
Setelah melihat teman korban pulang, muncul niat pelaku untuk menyetubuhi korban. Tersangka saat itu langsung memegang tangan korban kemudian mengajak korban ke tempat pemandian yang letaknya tak jauh dari lokasi pondok kebun durian milik kakek tersangka.
Melihat gelagat tersangka yang aneh, korban pun sempat berontak dan berusaha melepaskan genggaman tangan tersangka yang memegang erat tangannya. Usaha korban pun berhasil. Korban pun berupaya melarikan diri. Sayangnya, saat korban berusaha kabur, korban malah terpeleset di sekitaran tempat pemandian itu. Pada saat itu, tersangka langsung merangkul korban sembari mencium korban, namun korban berontak. Tersangka juga sempat meremas remas (maaf) payudara korban lalu memasukkan jarinya ke dalam kelamin korban hingga korban merintih kesakitan.
Tersangka yang sudah kerasukan setan ini langsung membuka resleting celananya lalu membuka celana yang dipakai oleh korban hingga lutut. Tak ingin membuang waktu, tersangka pun langsung membuka celana dalam korban hingga terjadilah peristiwa kelam tersebut. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban, tersangka pun meminta kepada korban untuk mengenakan pakaiannya kembali. Sembari berjalan menuju pondok kebun durian milik kakek tersangka, korban hanya bisa menangis setelah disetubuhi secara paksa oleh tersangka.
Tak lama berselang, korban pun pulang ke rumahnya yang ada di Pal 9 Desa Merawang lalu menceritakan prihal yang baru saja menimpanya. Orang tua korban yang mendengar keterangan anaknya bak disambar petir. Bersama orang tuanya, korban pun mendatangi Mapolsek Merawang guna melaporkan persetubuhan yang baru saja menimpa anaknya. “Lantaran tidak ada unit PPA disana, jadi kasus ini dilimpahkan ke Mapolres Bangka dan di tangani oleh unit PPA Polres Bangka,”jelas Agus.
Setelah menerima laporan orang tua korban, polisi pun langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka yang diketahui warga Balun Ijuk kecamatan Merawang tersebut. “Tadi malam (Selasa malam-red) tersangka kita amankan sekitar pukul 20.00 WIB berkat kerja sama dengan pihak keluarga. Saat ini tersangka atas nama Tp sedang menjalani penyidikan oleh unit PPA Polres Bangka lantaran telah diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur,”tambahnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 76 E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 76 D nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.”Barang bukti yang diamankan pakaian milik korban berupa pakaian luar dan pakaian dalam beserta pakaian miliki tersangka pada saat kejadian itu terjadi,”terangnya.
Sementara itu, Tersangka Tp yang dikonfirmasi terpisah malah berkilah dan membantah semua tuduhan pencabulan dan persetubuhan yang Ia lakukan kepada korban. Karena menurut tersangka, justru korban lah yang mengajaknya untuk melakukan hubungan suami istri.”Kejadian a tu Kamis sore di kebon duren kakek ku. Ku dak maksa a. Justru die ( Bunga-red) yang ngajak ku kayak tu,”elaknya.
Kata tersangka, disaat Ia memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan korban, tidak ditemukan darah yang keluar dari dalam kemaluan korban. Tersangka pun menduga jika korban tidak perawan lagi. “Die tu dak perawan agik. Ku cuma temenan bai same cewek tu,”katanya menutup pertanyaan sejumlah wartawan.(rif)

Baca Juga:  Meresahkan, Gara-gara Suka 'Mejeng' Buaya 2,5 Meter Dipancing Pawang

Rate this article!
Tags:
author

Author: