Pelaku Diminta Angkat Kaki Dari Kembiri

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Kasus Pemerkosaan Anak Di Bawah Umur
MEMBALONG-Selain ancaman penjara 15 tahun, pelaku pemerkosaan anak di bawah umur GD dan TA warga pemukiman perkebunan sawit di Kembiri, juga mendapat  sanksi sosial. Oleh warga setempat, mereka berdua diminta untuk angkat kaki dari Desa Kembiri, Membalong.
Permintaan untuk angkat kaki (pindah,Red)  dari Kembiri ini seperti disampaikan oleh warga melalui Kepala Desa Kembiri, Suhandi.  “Saya kaget, begitu mendengar kasus ini Minggu kemarin (18/1). Bagi kami, ini merupakan pukulan, kita malu dengan adanya kasus ini. Selama saya di sini ndak ada kasus macam-macam itu lah, Lebih baik angkat kaki saja lah bikin malu desa kami,” ujar Suhandi didampingi Kaur Pemerintahan Arvin di Kantor Desa Kembiri, Selasa (20/1), kemarin.
Menurut  Suhandi, sebelum Minggu itu, pihak Pemerintah Desa belum menerima laporan soal peristiwa tersebut. Hanya saja, pada hari Minggu itu, sejumlah pihak terkait, khususnya keluarga korban dan pelaku telah bertemu untuk menyelesaikan masalah lain. “Mereka meyetujui damai soal kasus pemukulan terhadap anak yang lain (saudara korban,Red),  bukan masalah pencabulan itu. Kalo masalah itu (pemerkosaan,red) tetap jalan hukumnya,’’ ujar Kades yang juga seorang petani ini.
Seperti diberitakan BE, kemarin,  Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Joko Handono SIK, melalui Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Brigadir Latha SH seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara SIK mengatakan, saat ini kedua pelaku masih dalam penyidikan polisi.  GD akan dijerat dengan pasal 81 dan GD pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. Pelaku diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Suhaidi menambahkan, dirinya mengaku kenal dekat dengan keluarga korban. Menurutnya, keluarga korban termasuk keluarga baik, dan tidak aneh-aneh atau macam-macam lah. “Keluarga korban yang masih duduk di SD itu sudah menemui saya, dan meminta perlindungan, sehingga mereka bisa bekerja seperti biasa,” katanya sembari menyebutkan sering juga meminta tolong kepada orang tua korban kerja di kebun atau pun di sawah .
Pantauan Belitong Ekspres, di kampung-kampung sekitar di wilayah Kembiri, tak sedikit warga yang sudah mengetahui masalah ini. Karenanya, begitu BE meminta informasi, sejumlah warga merasa tak begitu kaget karena sebelumnya sudah mendengar kasus tersebut.(kin)

banner 1200x200

Baca Juga:  2 Caleg PAN Dituntut 1 Bulan Penjara & Denda Rp 2,5 Juta
Tags:
author

Author: