Pelaku Penganiaya Kakek Penjual Bakso Diringkus!

by -
Polisi saat menunjukkan barang bukti dan tersangka saat press release di Mapolsek Tanjungpandan, Senin (25/3).
Polisi saat menunjukkan barang bukti dan tersangka saat press release di Mapolsek Tanjungpandan, Senin (25/3).
Polisi saat menunjukkan barang bukti dan tersangka saat press release di Mapolsek Tanjungpandan, Senin (25/3).
Polisi saat menunjukkan barang bukti dan tersangka saat press release di Mapolsek Tanjungpandan, Senin (25/3).

*Sempat Tenggak Miras Arak
*Residivis Kasus yang Sama

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Jajaran Polsek Tanjungpandan akhirnya berhasil meringkus remaja pelaku penganiayaan terhadap kakek penjual bakso keliling, Jarwo (66) di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pangkallalang, Sabtu (23/3) akhir pekan lalu.

Remaja berinisal IH (17) Warga Air Merbau ini diamankan saat bersembunyi di kawasan hutan Tanjungpandan. Pemuda putus sekolah ini, melarikan diri setelah mengetahui dia dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.
Kapolsek Tanjungpandan AKP Agus Handoko SH mengatakan, awalnya polisi mendapat laporan dari korban Jarwo tukang bakso keliling. Saat itu, korban melaporkan telah dianiaya oleh sejumlah pemuda mabuk.

Sebelumnya, peristiwa ini sempat viral di media sosial, bahkan menarik perhatian Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie. Setelah mendapat laporan itu, Jajaran Polsek Tanjungpandan, langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan itu, polisi mengamankan tiga remaja (saksi) yang pada waktu itu berboncengan dengan pelaku. Ketiganya adalah YS (16), NV (13) warga Pak Mangga, AD (15) warga Jalan Baru.

Dari keterangan saksi, mereka mengakui adanya pemukulan yang dilakukan rekannya IH. Dari pengakuan ketiga temannya itu, akhirnya polisi memburu pria pengangguran tersebut, hingga berhasil diamankan.

“Ke empat orang ini memiliki peran yang berbeda. Ketiga anak itu hanya melihat dan berusaha melerai. Sedangkan, IH yang melakukan pemukulan terhadap tukang bakso ini,” ungkap Agus usai kegiatan press release, Senin (25/3) kemarin.

Mantan Kasat Intelkam Polres Belitung ini menambahkan, IH merupakan residivis kasus yang sama. Beberapa tahun lalu, dia pernah melakukan penganiayaan dan kasusnya naik ke persidangan. Waktu itu, dia divonis dua bulan penjara.

Dalam kasus kali ini, Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 351 Ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Tentang Penganiayaan. Ancaman hukumannya di atas empat tahun penjara.
“Tersangka sudah ditahan. Untuk barang bukti yang diamankan Baju, Topi dan motor yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya,” pungkas AKP Agus.

Sementara itu, dari kesaksian rekan tersangka YS, awalnya mereka menenggak miras Arak yang dibeli dari tempat AP di kawasan Kebun Jeruk Air, Desa Air Ketekok. Usai mabuk, ke empatnya pulang ke rumah masing-masing.

Namun, dalam perjalanan pulang ketika melintas di Jalan Diponegoro, mereka melihat tukang bakso. Lantas, IH langsung mendatangi. Lalu, menawarkan handphone miliknya untuk digadai. Tetapi Jarwo menolak. Hingga membuat tersangka dongkol.

Akhirnya, IH melakukan pemukulan terhadap korban berkali-kali hingga mengenai bagian wajah dan mata Jarwo. “Saat dia mukul kami berusaha melerai. Namun, saat bapak itu melawan, kita langsung kabur,” kata YS diiyakan AD dan NV.

Diberitakan sebelumnya, seorang kakek penjual bakso bernama Jarwo alias Ambo (66) dihajar oleh sejumlah pemuda mabuk, di Jalan Diponegoro, Pangkallalang tepatnya depan Wisma Aditya, Rabu (19/2), dini hari.

Akibatnya, pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini mengalami luka di bagian kaki dan mata. Tidak hanya itu, gerobak miliknya juga nyaris hancur setelah terguling lantaran tak kuasa menahan pukulan dari pelaku. Kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Tanjungpandan. (kin)