Pelaku UMKM Tanjungpendam Mengeluh, Minta Keringanan Retribusi Sewa Lahan

by -
Pelaku UMKM Tanjungpendam Mengeluh, Minta Keringanan Retribusi Sewa Lahan
Pertemuan Bupati Belitung dengan Forum Pelaku Usaha Tanjungpendam, 8 Oktober 2020.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam, benar-benar merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Selain sudah sekian bulan harus tutup total, saat usaha buka kembali, pendapatan mereka pun tidak bisa menutupi biaya operasional.

Oleh karena itu, Forum Pelaku Usaha Tanjungpendam berharap adanya stimulus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, agar dapat meringankan bebanpembayaran retribusi sewa lahan di kawasan pantai wisata tersebut. Selain itu, mereka berharap jam operasional diperpanjang.

“Kami para pelaku usaha sudah mengadakan musyawarah bersama, terkait penghapusan atau keringanan pajak retribusi pada tahun 2020 ini. Kami sangat terpukul dengan pandemi Covid-19 ini syukur-syukur kami bisa bertahan untuk membayarkan gaji karyawan,” keluh Amin salah satu perwakilan Forum Pelaku Usaha Tanjungpendam kepada Belitong Ekspres Rabu (21/10) kemarin.

Dalam musyawarah tersebut kata pemilik Kedai Klasik itu, ada dua keinginan dari para pelaku UMKM di kawasan Pantai Tanjungpendam. Pertama, menginginkan adanya penghapusan pajak retribusi tahun 2020 sebagai bentuk stimulus Pemeritah Daerah terhadap pelaku usaha di kawasan wisata tersebut.

Kedua, yaitu permohonan jam operasional pengunjung yang masuk ke dalam kawasan Pantai Tanjungpendam bisa diperpanjang tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. “Sekitar minggu yang lalu kita sempat audiensi dengan pak Bupati dan respon pak Bupati sangat baik, namun akan dibahas terlebih dahulu dengan jajarannya,” katanya.

Amin menjelaskan, terkait penghapusan keringanan pajak retribusi pada tahun 2020 ini lantaran usaha yang dijalankan dari para pelaku usaha sempat tutup sejak pandemi Covid-19. Mareka baru buka kembali beroperasional pada 1 Juni 2020 lalu, saat era new normal.

“Objek Wisata Pantai Tanjungpandamkan sempat tutup akibat Covid-19 dan baru kembali dibuka saat new normal. Akan tetapi kita harus membayar retribusi sewa lahan 100 persen. Inilah yang sangat memberatkan teman pelaku UMKM apa lagi di saat sekarang ini. Oleh sebab itu, kita berharap adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah khususnya untuk tahun 2020 ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk jam operasional di kawasan Pantai Tanjungpendam, diharapkan juga harus diperpanjang. Itu lantaran tamu atau pembeli yang berdatangan mulai pukul 19.30 WIB.

“Sebagian besar pelaku usaha mulai buka saat sore hari, namun pembeli yang datang mulai ramai sekitar Pukul 19.30 WIB. Kita hanya punya waktu beberapa jam saja, karena pukul 22.00 WIB harus ditutup, karena batas jam operasional. Untuk itu kita juga memohon agar jam operasional pengunjung ditambah,” pungkasnya.

Pemkab Akan Akomodir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung akan akomodir keringanan retribusi sewa tempat berjualan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di beberapa tempat di Pusat Kota Tanjungpandan.

“Secara otomatis, kita berikan keringanan retribusi itu, karena selama Covid-19 mereka( pelaku UMKM) tidak operasional, sehingga tidak dapat apa-apa,” kata Bupati Belitung H. Sahani Saleh, yang karib disapa Sanem kepada Belitong Ekspres, Rabu (21/10).

Maka dari itu kata Bupati, kalau retribusi bisa diberikan keringanan, tapi kalau pajak tentu tetap diterapkan. Sebab, kebijaksanaan pajak itu tersendiri, kalau retribusi merupakan kebijaksanaan Pemda. “Kita memberikan lah. Dan kita juga ada konvensasi dari pusat, dapat dana DID, jadi itulah kita konversi dalam hal persoalan ini,” jelasnya.

Salah satu contoh pedagang di KV Senang, selama beberapa bulan mereka tidak melakukan aktivitas akibat pandemi itu tidak dibayar. Kemudian ada masa pemulihan dari Juli hingga Agutus, tatapi belum normal, atau digeser hingga 6 bulan kemudian tidak bayar. “Teknisnya akan kita tetapkan nanti, dan diatur nanti,” terangnya.

Sanem menyebutkan pelaku UMKM di Pantai Tanjungpendam juga mengajukan hal demikian. Dan, tentunya hal itu akan diakomodir. “Kemarin sudah pernah ketemu, tapi nanti akan kita undang mereka audiensi, sekaligus menetapkan itu,” tandasnya. (rez/dod)