Pelaku Usaha Gigit Jari

by -

*Kecewa Tak Dilibatkan di City on Fire Toboali

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) dalam waktu dekat akan menggelar event City on Fire Toboali. Event lokal yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Basel sebagai langkah promosi kearifan budaya dan pariwisata daerah yang dilaksanakan pada Oktober mendatang.

Hanya saja rencana event tersebut menyisakan kekecewaan bagi pelaku usaha di Basel. Seakan gigit jari, para pelaku usaha ini merasa hanya sebagai penonton tanpa dilibatkan dalam penyelenggaraan City on Fire Toboali 2016. Demikian hal tersebut disampaikan salah satu pelaku usaha di Basel, Hardy Joy. Kepada wartawan, pemilik rumah makan di Toboali ini mengaku kecewa terhadap panitia yang tidak melibatkan mereka dalam upaya mempromosikan kearifan Basel.

“Ini kegiatan bagus, bahkan membuat Basel makin kenal oleh masyarakat luar. Namun sayang, event ini tak melibatkan kami (pelaku usaha). Padahal di Basel banyak pelaku usaha yang dikelola pemuda berbakat baik di bidang kuliner, seni maupun jasa yang dapat dilibatkan,” ungkapnya, Rabu (31/8) kemarin.

Ia juga mengatakan, event City on Fire Toboali bukan hanya program sektoral milik pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Basel. Harusnya, lanjut Joy-biasa disapa, pihak panitia dan Pemkab Basel perlu mendukung keberadaan pelaku usaha di Basel. “Harusnya satu persepsi, bersinergi dan mempunyai rasa memiliki. Contohkan saja daerah Bandung, Walikotanya melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat. Ya kita bisa berkaca dari sana, karena membangun daerah itu bukan hanya perorangan saja tetapi harus bersama-sama,” katanya.

Meski demikian, Joy menyatakan siap mendukung sepenuhnya event Pemkab Basel dalam rangka mempromosikan budaya dan pariwista. “Harapanya kedepan pelaku usaha lebih diperhatikan lagi, apalagi dalam meningkatkan pembangunan kepariwisataan Basel dan untuk meningkatkan promosi pariwisata,” ungkap Joy yang mengaku mempunya cabang rumah makan di Riau, Bandung dan Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Seksi Promosi Wisata Berbasis Media dan Iptek Disbudparpora Basel, Adriadie mengatakan bahwa pihaknya tetap akan merangkul semua pelaku usaha dan bisnis yang ada di Basel dengan memfasilitasi tempat. “Kami siapkan UMK Basel dua stand, kalau masih kurang tetap akan kami tambah, karena event ini ada edukasinya,” jelas Adriadie.

Sementara, panitia City on Fire Toboali Dedi Kusnadi menambahkan bahwa Pemkab Basel menganggarkan sekitar Rp700 juta untuk kegiatan promosi daerah ini sebagai momentum upaya membangkitkan kepariwisataan Basel. Meliputi kegiatan lomba foto Pariwisata Basel, Habang Festival 2016, Kemah Wisata, Toboali Color Run-Famtrip dan City Tour, Festival layangan, Bangka Selatan BMX “Free Style”, Toboali Fashion Carnaval dan Honda Goes to Bangka Selatan.

“Ada sekitar 8 agenda yang akan dilaksanakan namun tidak menutup kemungkinan ada tambahan agenda. Nah nanti penjual (UKM) makanan disatukan menjadi satu tempat,” jelas Dedi yang juga menjabat sebagai Ketua UKM Basel.(bim)