Pelaku Wisata Harus Merancang dan Mempersiapkan Destinasi Baru

by -

*Ketika Senimfoto Marwan, tenga baju Batik. boxan, Budayawan dan Pelaku Wisata “Kelakar” Memajukan Pariwisata (4)

Masalah pengembangan pariwisata menjadi perhatian khusus para Seniman, Budayawan dan Pelaku Pariwisata Kabupaten Belitung. Dalam acara ngelakar (berdiskusi) di Kampong Dedaun, juga disebut bagaimana potensi agropolitan dan wisata minat khusus bisa digarap sebagai destinasi baru.

Laporan: Yudiansyah, Belitong Ekspres

Pelaku wisata agropolitan Marwan, ikut menyumbangkan ide dan pemikiran dalam upaya mempercepat kemajuan sektor pariwisata di Palau Belitong. Ide cemerlangnya, bagaimana mengembangkan pariwisata ini, dikemukakan dalam acara kelakar bersama seniman, budayawan dan pelaku wisata di Pondok Kampong Dedaun, Tanjung Tinggi, Sijuk belum lama ini.

Menurut pelaku wisata asal Kampong Parit, Tanjungpandan ini, ketika berbicara wisata sebenarnya tidak ribet-ribet amat seperti yang dipikirkan sebagian orang. Namun, dalam mengembangkannya juga tidak lah gampang.

“Wisata pada dasarnya dak ribet-ribet amat, ketika orang (tamu,red) datang tentu akan bertransaksi. apa yang bisa kita jual, tampilkan apa, agar orang suka dan menjadi daya tarik,” kata Marwan.

Akan tetapi, kata dia, ketika pariwisata akan jadi sumber penghasilan masyarakat pasca penambangan timah, tentu harus ada keseriusan. Sebab, upaya memajukan sektor pariwisata ini tidaklah mudah dan begitu banyak tantangannya.

Terutama tantangan bagi pelaku wisata tour travel. Mereka yang dianggapnya merupakan eksekutor dan pemangku kebijakan, harus mampu memberikan layanan terbaik dan menebar citra positif pariwisata Belitong.

Pelayanan terbaik ini mulai merancang dan mempersiapkan paket wisata yang akan ditawarkan ke para turis. Mulai dari penyiapan akomodasi, transportasi hingga lokasi wisata yang dikunjungi. Tak hanya itu, pelaku wisata, juga harus merangkul seniman dan budayawan, untuk penyiapan pentas hiburan ke para turis.

“Saya rasa eksekutor memajukan pariwisata ini ada di pelaku wisata seperti tour travel Pak Kusumah ini (belitungisland.com). Mereka yang merancang dan menyiapkan, jadi baik atau jelek wisata kita, ada di mereka, bukan ada di dinas,” paparnya.

Ia melanjutkan persiapan yang dibutuhkan pelaku wisata mulai sumber daya manusia (SDM). Seperti guide (pemandu,Red), merancang jalur-jalur atau destinasi wisata baru di Pulau Belitong. Persiapan jalur jalur baru ini, tujuannya untuk memperlama durasi kunjungan turis betah di Belitong (long stay).

“Persiapan ini dimulai inventarisasi dan kemudian penelaahan. Hal-hal yang harus diinventarisir boleh apa saja, asal unik dan menarik wisatawan. Ini agar supaya mereka betah,” kata dia.

Marwan mencontohkan, selain menginventarisir destinasi wisata baru, wisata minat khusus lainya juga harus dieksplor dan diprioritaskan.  Misalnya, turis bisa diajak untuk melihat dan mempelajari tumbuhan dan hewan unik di Pulau Belitong. Termasuk diajak melihat proses panen Jambu Mete dan Lada/sahang di kebun masyarakat.

“Salah satui contohnya, mereka bisa diajak melihat dan mempejari tumbuhan kemidokan (kantung semar,Red) misalnya yang ada di pinggir jalan Gusong Cina, tak perlu masuk ke hutan. Atau liat batang purun (tanaman bahan baku anyaman,Red) di sekitar lokasi kolong dan melihat cara memanen Jambu Mete dan lada,” sebut Marwan.

Lantas, potensi mangrove atau bakau di Belitung juga dikenal memiliki jenis yang cukup banyak. Sebagai endemik Pulau Belitung yang tumbuh subur, juga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Tinggal kemasannya saja dibuat macam tracking di pinggiran pantai.(bersambung)