Pelanggar Prokes di Belitung Bisa Milih Denda Atau Bersih Kuburan

by -
Pelanggar Prokes di Belitung Bisa Milih Denda Atau Bersih Kuburan
Bupati Belitung H Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung mulai menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan (Prokes) pada akhir bulan September 2020 ini.

Penerapan sanksi tertuang DI Peraturan Bupati (Perbub) Belitung Nomor 43 tahun 2020 tentang perubahan atas Perbup 23 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dalam masa pandemi Covid-19, yang telah diselesaikan.

“Sosialisasi telah kita lakukan dan akan terus dilakukan berapa hari ke depan,” ujar Bupati Belitung H Sahani Saleh yang karib disapa Sanem kepada Belitong Ekspres, Senin (21/9) kemarin.

Menurut Sanem, sebelum penertiban bakal diadakan rapat dengan beberapa unsur terlibat dalam penindakan ini. Seperti Kapolres Belitung, Dandim 0414 Belitung, Kajari Belitung, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, terutama pembahasan teknis pembayaran sanksi senilai Rp 50 ribu.

Kemudian juga terkait sanksi sosial, semisal membersihkan Tempat Pemakamam Umum (TPU) alias kuburan, Pasar Ikan atau tempat ibadah dan lainnya. “Misalnya penertiban di pasar, mungkin sanksi sosialnya, membersihkan sampah di pasar, kalau tidak bayar denda,” jelas Sanem.

Lebih lanjut Sanem mengatakan, penindakan tersebut akan dilakukan secara terbuka. Salah satunya dengan membuat jadwal untuk penertiban penggunaan masker, terutama di tempat umum. “Kita berharap sebelum akhir bulan ini kita laksanakan penindakan itu, minggu-minggu ini lah,” sebutnya.

Dia menyebutkan sanksi sebesar Rp 50 ribu akan masuk ke kas Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kabupaten Belitung. “Rencananya nanti masyarakat boleh milih, kalau sanksi sosial kita suruh nyapu dan lain-lainnya. Namun tidak dengan push up atas sejenisnya takut orang sakit atau kumat, bisa timbul masalah baru,” terangnya.

Selain itu, hal ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa virus ini perkembangannya luar biasa, apalagi flu saja disebabkan virus. “Maka kalau kita pakai masker, bisa tidak kena penyakit atau virus seperti demam,” tukas Sanem.

Sanem menambahkan, agar masyarakat menggunakan masker berstandar, seperti masker medis dan masker kain yang agak tebal. “Kalau masker scuba atau buff akan kita peringatkan suru ganti masker standar,” pungkasnya. (dod)