Pelayanan Puskesmas Tempilang Dikeluhkan

by -

MUNTOK – Pelayanan kesehatan di Bangka Barat (Babar) kembali mendapat sorotan dan keluhan dari masyarakat. Belum lama Anggota DPRD Provinsi Babel Deddi Wijaya, SH menyoroti pelayanan Puskemas di Simpang Teritip, kali ini giliran anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat dari dapil III Kecamatan Kelapa -Tempilang Dafitri, S.Sos menyoroti buruknya pelayanan di Puskesmas Tempilang.
”Pelayanan Puskemas Tempilang luar biasa buruknya, bahkan terkesan adanya indikasi permainan  bisnis tenaga medis (dokter,red) yang ada di Puskesmas tersebut. Saya sudah banyak dapat laporan dari masyarakat tentang adanya tindakan dokter yang sangat merugikan masyarakat dan jauh dari memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Dafitri kepada Radar Bangka, Selasa (20/10).
Menurut dia, dari hasil reses beberapa waktu yang lalu. Banyak keluhan warga terkait adanya tindakan tenaga medis yang sangat merugikan ini. Seperti dokter di Puskesmas Tempilang sering memberikan rujukan pasien untuk pembelian obat diapotik tertentu. Padahal obat bisa saja disediakan di Puskesmas ataupun di RSUD Sejiran Setason atau pun di apotik-apotik yang ada di Babar yang mana harga jauh lebih murah. “Sekarang sudah jaminan kesehatan warga masyarakat semuanya sudah ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS, kan tidak mungkin BPJS tidak menyediakan obat,” ujar politis PAN yang kini duduk di Komisi I DPRD Babar.
Menurutnya, tidak masuk akal semua obat itu tidak terdaftar di BPJS, minimal obat sejenisnya itu pasti tersedia. “Kalau bukan ada maksud bisnis dari ulah oknum dokter, masak semua warga yang berobat disuruh beli obatnya di apotik, apa di Puskesmas tidak tersedia obat,” cetus Dafitri.
Lebih lanjut dikatakannya keluhan yang kedua terjadi pada warga masyarakat Desa Simpang Yul, dimana rujukan yang disampaikan oleh salah satu oknum dokter yang ada di Puskesmas Tempilang ini. “Dokter tersebut langsung memberikan rujukan ke salah satu klinik swasta kandungan yang ada di Pangkalpinang. Sekarangkan sistem rujukan itu berjenjang, kita punya RSUD kenapa harus ujuk-ujuk langsung saja di kasih rujukan ke klinik swasta yang ada di Pangkalpinang sana,” tanyanya.
Seharusnya kata Dafitri, kalau pihak puskesmas tidak menyanggupi rujukannya harus ke RSUD Sejiran Setason. “Iya kalau masyarakat yang mampu untuk mebiayai pengobatannya, kalau tidak gimana, tapi yang terjadi dokter ini tidak mau tau si pasien ini mampu atau tidak yang penting rujukan itu harus ke klinik swasta yang ada di Pangkalpinang,” sesalnya.
Akibat ulah oknum dokter tersebut, salah satunya warga masyarakat Desa Simpang Yul sampai sekarang dirinya harus menanggung hutang sebesar 11 juta rupiah. “Bahkan berdasarkan pengakuan dari masyarakat tersebut sampai nangis-nangis minta rujukannya jangan ke Pangkalpinang biar dikasih rujukan ke RSUD Sejiran Setason saja, mengingat biaya yang harus ditanggung mahal kalau di rujuk ke Pangkalpinang, dan yang parahnya lagi saat ini warga masyarakat di Kecamatan Tempilang itu sudah merasa enggan untuk berobat ke Puskesmas Tempilang,” tegasnya. Oleh karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Pemkab Babar  untuk segera mengambil tindakan tegas. Hal ini bisa terjadi karena lemahnya kontrol dari atasan, baik Kepala Dinas Kesehatan maupun Sekretaris Daerah selaku pejabat birokrasi tertinggi.
Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bangka Barat H Andri Nurtito, MARS berjanji akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan masyarakat melalui anggota DPRD Babar. “Besok saya akan perintahkan tim untuk menindaklanjuti laporan ini, tadi juga saya sudah hubungi keluarga pasien dan beberapa data sudah saya kantongi. Tentunya akan kita tindaklanjuti, kebetulan tadi pak Dafitri telepon saya memberitahukan hal ini sudah habis jam kerja, dan beberapa staf yang akan saya perintahkan untuk menindaklanjuti laporan ini sudah pulang semua, jadi, saya minta waktu besok, Rabu (21/10) saya perintahkan tim untuk ke lapangan,” bebernya.
Ia mengatakan, sementara waktu permasalahan ini belum bisa saya komentari dulu mengingat ini kan baru sebatas laporan sepihak. “Nanti kita tunggu dulu hasil crosschek tim saya tugaskan seperti apa, dari situ baru bisa kita memberikan sanksi apa yang kita berikan kepada tenaga medis ini,” kata dia. Ia pun menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Babar khususnya, untuk tidak segan-segan memberikan laporan jika ada pelayan yang diberikan oleh tenaga medis kami yang tidak menyenangkan.
“Masyarakat jangan segan-segan untuk memberitahu kami, bisa melalui ke no hp saya 081368334999. Sebaiknya di sms dulu, terkadang bukan saya tidak mau angkat atau merespon setiap telepon yang masuk, karena juga mungkin pas ditelepon saya sedang rapat dan lain sebagainya. Jadi sebaiknya di sms dulu, karena apapun bentuk saran, masukan dan kritikan yang disampaikan kepada sangat berguna bagi peningkatan kinerja aparatur ke depan,”imbuhnya.(ray)