Pelayanan RSUD-DH Kembali Disorot

by -

*Kurang memperhatikan pelayanan,khususnya Pasien BPJS Kesehatan

PANGKALPINANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang Marsyahbana menyoroti pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang yang terkesan kurang memperhatikan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya pasien BPJS Kesehatan.
Ia pun memberikan penegasan kepada pihak RSUD-DH agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan. Sebab, Ia berpendapat dengan pelayanan yang ada saat ini, RSUD-DH tidak menunjukkan seperti halnya pelayanan rumah sakit pemerintah.
“Kami ingin kedepannya untuk hal pelayanan bisa lebih ditingkatkan lagi untuk soal pelayanan BPJS ini. Karena pelayanan BPJS di rumah sakit dirasakan belum maksimal, seperti obat yang diluar BPJS,” katanya saat di temui wartawan Senin (23/3) kemarin.
Harapan tersebut dilanjutkan Marsyahbana, itu setelah pihaknya banyak menerima pengaduan masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan RSUD-DH. “Kita sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat soal pelayanan, khususnya pelayanan BPJS. Ini yang membuat RSUD harus melakukan pembenahan,” terangnya.
Ia mengatakan, masih banyak masyarakat maupun Pagawai Negeri Sipil (PNS) yang lebih berminat untuk berobat ke rumah sakit swasta dibandingkan RSUD, itu dikarenakan pelayanan yang dianggap tidak maksimal oleh masyarakat. Ia juga menegaskan untuk kesejahteraan karyawan agar lebih diperhatikan, sebab jika pegawainya sudah diperhatikan tentu saja pelayanannya juga akan menjadi lebih baik lagi.
“Banyak masyarakat yang lebih memilih berobat ke rumah sakit swasta ketimbang RSUD. Karena itu kita minta kepada Direktur RSUD-DH dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk menyelesaikan permasalahan itu, karena kesehatan masyarakat adalah hal utama,” harapnya.
Marsyahbana juga berharap agar BPJS lebih peka dalam memberikan pelayanan dengan melengkapi obat-obatan untuk masyarakat yang menggunakan BPJS di RSUD-DH. “Kita harapkan agar BPJS bisa melengkapi obat yang kurang di RSUD.  Percuma kita menganggarkan danana, tetapi tidak memberikan kemudahan untuk masyarakat. Ini kan untuk kepentingan bersama, karena kami wakil rakyat ini berjuang untuk masyarakat Pangkalpinang,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Depati Gandhi mengakui, pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Itu di ambil demi kemudahan masyarakat dan juga demi kemajuan RSUD itu sendiri.
“Dalam waktu dekat dan kita sudah menyusun jadwalnya, komisi I akan melakukan kunjungan ke RSUD. Ini adalah upaya kita untuk menyikapi pengaduan masyarakat,” kata Depati.
Gandhi juga mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara riil sejauh mana kesiapan RSUD menyikapi keluhan masyarakat itu. “Karena banyak keluhan, kita ingin melihat kesiapannya. Ada beberapa point yang akan kita minta tanggapan rumah sakit seperti BPJS, resep dokter dan obat yang tidak dicover oleh BPJS di rumah sakit tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, selain BPJS, masih banyak hal yang akan dipertanyakan oleh Komisi I ke RSUD Depati Hamzah. Seperti persoalan peningkatan grade rumah sakit itu sendiri dari tipe C ke tipe B. Untuk pemenuhan pencapaian grade tersebut, RSUD-DH harus memenuhi dokter spesialis, alat-alat kesehatan dan fasilitas gedung. “Kita akan mengukur kesiapan mereka dalam melengkapi hal-hal yang akan menaikan grade tersebut dan di tahun 2015 kita sudah anggarkan,” tutupnya. (cr61)