Pelra Minim Aktifitas

by -2 views

*Kata KUPP, Itu Disebabkan Pendangkalan Alur Sungai Manggar

MANGGAR – Keberadaan pelabuhan rakyat (Pelra) di alur muara Sungai Manggar yang dikelola Kantor Urusan Pelayanan Pelabuhan (KUPP) I Manggar, minim aktifitas. Selama ini, aktifitas di Pelra yang berada di Pasar Lipat Kajang hanya sebatas bongkar muat hasil ikan nelayan sekitar.

Padahal, sesuai fungsinya, Pelra ditujukan bagi kegiatan kapal tradisional khusus Kapal Motor (KM) dan Kapal Layar Motor (KLM). Sedangkan kapal nelayan, tidak termasuk pelayanan pihak KUPP kelas I Manggar.

“Tidak ada yang rutin kegiatan kapal (tradisional, red). Aktif ya aktif, paling hanya kapal sapi. Itupun masuk sekali, paling banyak dua kali dalam sebulan,” ungkap Kepala KUPP Kelas I Manggar melalui Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Hazmi, Senin (31/8) kemarin.

Menurut Hazmi, Pelra melayani kapal tradisional dengan ketentuan Kapal Motor dibawah 35 GT (grosston) dan Kapal Layar Motor dibawah 500 GT. Kenyataannya, kegiatan kapal tradisional dengan bobot tersebut, tidak mungkin merapat dengan alasan dangkalnya alur muara.

“Masalahnya alur dangkal. Kapal dengan bobot sebesar itu, tentu tidak bisa merapat. Jadi di sini tidak ada yang masuk, yang ada hanya ada kapal nelayan saja,” jelas Hazmi.

Hazmi mengaku, jika aktifitas Pelra berjalan sesuai peruntukkan maka daerah akan diuntungkan. Terutama pasokan bahan kebutuhan pokok dapat langsung didatangkan tanpa melalui pelabuhan Tanjungpandan.

“Yang pastinya harga kebutuhan akan lebih murah karena jarak tempuhnya lebih dekat. Selama ini, dari Tanjungpandan jadi harganya lebih mahal,” kata Hazmi.

Ditambahkan Hazmi, Pelra yang berada di pasar Lipat Kajang merupakan satu-satunya Pelra dalam pengelolaan KUPP. Pelra kini banyak digunakan untuk kepentingan nelayan, semisal angkutan penumpang dari dan ke Pulau Buku.

Selain itu, setahun sekali hanya digunakan untuk bongkar muat hewan ternak dan memasok sapi atau kambing menjelang Idul Fitri dan Idul Adha.

“Kedepan kita berharap pengusaha-pengusaha bisa duduk bersama membicarakan kemungkinan melakukan bongkar muat di pelra tersebut,” pungkasnya. (feb)