Pembangunan Pendidikan Tanggungjawab Bersama

by -

*Pemangku Kepentingan Harus Bersinergi Menuju Titik Tujuan yang Sama

Penyematan tanda penghargaan Satya Lencana kepada PNS yang telah mengabdi 30, 20 dan 10 tahun.
Penyematan tanda penghargaan Satya Lencana kepada PNS yang telah mengabdi 30, 20 dan 10 tahun.

MANGGAR – Keberhasilan pembangunan bidang pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tugas semua pihak. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan terkait, harus bersinergi menuju titik tujuan yang sama. Karenanya, sudah menjadi tugas bersama untuk memastikan benar keingintahuan di mata setiap anak Kabupaten Beltim ini, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam.

“Tugas kita semua untuk memberikan ruang yang selebar-lebarnya bagi anak-anak di daerah ini untuk berkontribusi dan ambil bagian secara aktif, memajukan dirinya, masyarakatnya, kebudayaan daerah dan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan daerah dan bangsa,” ungkap Bupati Beltim, Yuslih Ihza saat menjadi pembina ucapara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2016 Tingkat Kabupaten Beltim di halaman kantor Bupati Beltim, Senin (2/5) kemarin.

Sesuai tema Hardiknas 2016, ‘Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita’, Yuslih mengajak seluruh stakeholder di daerah ini menjadi dan benar-benar berperan sebagai pelita yang tidak kunjung padam. Terus menyinari sehingga anak-anak di daerah ini bisa melihat peluang secara terang benderang.

“Bisa mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya yang cemerlang, gemilang dan terbilang,” ujarnya dihadapan peserta upacara.

Masih dikatakan Yuslih, karena saat ini masa depan kian semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada, namun seluruh stakeholder di daerah ini sama-sama dapat memastikan anak-anak di daerah memperoleh dukungan sepenuhnya untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu diberikan itu, katanya lagi, memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah ‘realita’ yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan zamannya.

“Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini, tidak terkecuali di Kabupaten Beltim ini, mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi,” katanya.

Karakter yang dimaksud, adalah karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Sedangkan karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan.

Masih mengutip sambutan Menteri, Yuslih ingin anak-anak daerah mampu menumbuhkan kedua karakter itu secara selaras dan seimbang. Ia tidak ingin anak-anak menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Apalagi sampai menjadi anak malas dan tak jujur, atau malas lagi culas.

“Keseimbangan kedua karakter yang baik tersebut, harus terus ditumbuhkembangkan dalam setiap proses pembelajaran, baik formal, non formal maupun informal, karena akan menjadi pemandu bagi mereka dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat,” pungkasnya.

Kemudian, harap Yuslih, sesuai perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain tetap harus terfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang memang mesti kian diperkuat, anak-anak di daerah ini juga harus dapat memperoleh dan diberikan literasi sains, teknologi, finansial dan budaya.

Terakhir, katanya, pembangunan kompetensi, sehingga anak-anak daerah ini juga mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Tidak kalah dengan anak-anak lainnya di Indonesia. “Baik itu kompetensi kemampuan berkreasi dan berinovasi, berpikir kritis dan problem solving (memecahkan masalah), kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan berkolaborasi dan bersinergi satu dengan lainnya,” tutup Yuslih.

Upacara Hari Pendidikan dihadiri Wakil Bupati Burhanudin, Wakapolres Beltim Kompol Dadang Kurniawan, S.Ik, Danramil Manggar Mayor (Inf) Tri Joyo, jajaran Forkominda Beltim dan pimpinan SKPD. (feb)