Pemberdayaan Pemuda Dipertanyakan

by -

Camat: SDM Kompetensi Sangat Dibutuhkan

MEMBALONG-Persoalan kepemudaan yang terkait pemberdayaan pemuda sempat disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Desa Gunung Riting Feri dalam acara Talk Show and Road Show DPD KNPI Belitung di Ruang Serbaguna Kantor Camat Membalong Sabtu (29/3) kemarin. Feri mempertanyakan masih kurangnya perhatian pemerintah dalam meningkatkan kemampuan para pemuda dalam berkiprah di masyarakat.

“Bagaimana pemuda di Membalong ini bisa menjadi pemuda yang produktif dan berguna di Kecamatan Membalong? Sementara soal pemberdayaan pemudanya saja, masih jarang diperhatikan,” ungkap Feri di hadapan sejumlah nara sumber saat acara dialog tersebut.

Feri menyatakan, jangan hanya masalah sarana dan prasarana yang terus dipikirkan. Namun, yang berkaitan dengan pelibatan kepemudaan secara produktif belum menyentuh sama sekali. “Karena itu, kami minta dukungan moral dan materiil sebagai bahan usaha untuk mewujudkan usaha dan meningkatkan kreativitas pemuda di Kecamatan Membalong ini,” ucapnya.

Camat Membalong Syamsudin SE mengatakan, kesemua itu dimulai dari diri masing-masing dalam menyikapi kemajuan saat ini. Tentu, bukan hanya di masa depan dampak negatifnya. “Namun, motivasi dari pemuda juga sangat penting. Masyarakat bisa sejahtera tergantung dari tingkat kompetensinya. Karena, itu salah satu hal yang paling substansi,” jawab Syamsudin menanggapi pertanyaan Ketua Karang Taruna Desa Gunung Riting Feri.

Syamsudin mengatakan, kita tidak akan bisa membangun ketika sumber daya manusia (SDM) kita di Membalong tidak memiliki kemampuan sama sekali. “Kuncinya adalah pendidikan dan pengalaman. Sebab, keduanya itu merupakan modal awal untuk kita bisa bersaing dengan orang lain,” jelasnya.

Syamsudin mencontohkan, seperti Menteri Perikanan saat ini bisa menjadi Menteri. Bahkan, kalau boleh dibilang latar belakang pendidikannya minim. Namun, karena pengalaman dari segi kewirausahawannya sangat luar biasa, maka bisa jadi menteri.

“Jadi, persoalan saat ini di Belitung, kenapa orang luar lebih banyak terserap dan bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Belitung. Kendalnya, SDM kita belum mampu bersaing,” ujarnya.

Pengurus DPD KNPI yangjuga Lurah Parit Tanjungpandan Belitung Budi Swasta SIP menjabarkan, tentang peraturan daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2014. Dijelaskannya, ada tujuh item yang menyaring tamu luar daerah alias pendatang. “Kalau masalah domisili, saya rasa kami (pihak lurah,red) juga sudah berkoordinasi dengan Kades beserta Kepala Dusunnya,” kata Budi.

Budi menerangkan, khusus bagi pendatang yang bukan asli daerah, Pihak pemerintah kelurahan mengeluarkan surat domisili yang bisa diperpanjang dalam setahun. Selain itu, ada surat protektif.
“Kalau pendatang itu hanya pengangguran. Maka kita berhak menolaknya. Begitu pun sebaliknya. Selama 14 hari, dia harus wajib melapor di wilayah tempat tinggal sekitarnya. Dan dia (pendatang,red) wajib diberikan jaminan tempat tinggal dan jaminan kerja,” papar Budi. (mg2)