Pemda Diminta Ambil Kebijakan Khusus Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa Baru

by -
Pemda Diminta Ambil Kebijakan Khusus Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa Baru
Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengambil kebijakan khusus untuk menangani penyebaran Covid-19 di Desa Baru. Pasalnya, kasus meninggalnya warga yang dinyatakan positif Covid-19, pekan lalu diikuti hasil positif swab antigen sejumlah warga lainnya.

“Harus ada kebijakan khusus yang diambil dari Pemda dalam rangka penanganan di Desa Baru. Desa baru merupakan desa terpadat di Beltim dan kepadatan sangat luar biasa sehingga tentunya apabila ada satu yang kena penularannya sangat luar biasa. Dan ini terbukti, belum apa-apa sudah muncul klaster Desa Baru yang cukup banyak dan meresahkan masyarakat,” ungkap Fezzi seusai bertemu Kepala Desa Baru, Selasa (2/23) kemarin.

Dikatakan Fezzi, kebijakan dimaksud setidak-tidaknya dapat mengatur interaksi dan mobilitas penduduk dalam setiap aktifitas seperti keramaian. Menurut Fezzi, aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang dilaksanakan sejumlah wilayah di Indonesia sangat dimungkinkan penerapannya di Desa Baru.

“Sekarang ini Kades (Baru) sudah mulai gelisah karena pergerakan masyarakat dan mobilitas masyarakat tinggi sulit dibatasi karena tidak ada dasar hukum yang mengatur itu,” kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Namun Fezzi meminta jika penerapan kebijakan khusus disertai dengan tanggungjawab Pemerintah daerah maupun Desa terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri sampai batas waktu yang ditentukan.

“Misalnya pemenuhan kebutuhan pokok. Kalau ini terlambat mengambil kebijakan atau langkah-langkah serius maka ini akan sangat berbahaya. Kades ingin pihak Pemda melakukan tinbakan yang cepat dan ekstra, Kades juga siap (melaksanakan) PPKM dalam rangka membatasi pergerakan masyarakat,” jelasnya.

Fezzi menambahkan, tracking penyebaran Covid di Desa Baru harus secepatnya dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Bagi yang dinyatakan positif pada saat pengambilan swab antigen sesegera mungkin di isolasi mandiri.

Sementara itu, Kepala Desa Baru Mislan Kadir mengakui langkah-langkah penanganan dan pencegahan penyebaran di Desa Baru sudah dilakukan. Sebab kekhawatiran masyarakat sangat beralasan mengingat klaster yang terkena Covid-19 di Desa Baru termasuk keluarga-keluarga besar yang berinteraksi tidak ada batas.

“Oleh karena itu untuk penanganan seperti ini kami telah mengambil langkah penyemprotan, pembatasan, di setiap rumah ibadah memakai jarak saat sholat, dan setiap hari kita berikan himbauan agar selalu waspada,” ujar Mislan seusai bertemu Ketua DPRD Belitung Timur, Selasa (2/23).

Melalui perangkat Desa, Mislan juga telah meminta pembatasan interaksi masyarakat dalam lingkungan masing-masing. Ia juga setuju jika opsi PPKM diberlakukan mengingat sangat baik untuk pencegahan. Apalagi jumlah penduduk Desa Baru cukup padat, pemahaman masyarakat soal Covid-19 kurang spesifik dan dianggap penyakit biasa.

“Bukan berarti tidak bersilaturahmi tapi silahkan menggunakan jarak-jarak tertentu untuk mencegah penyebaran yang lebih meluas lagi,” ungkap Mislan.

Terkait rencana swab massal warga Desa Baru oleh Dinas Kesehatan, Mislan mengakui usulan serupa juga telah disampaikan Pemerintah Desa Baru. Terutama wilayah Dusun Baru Selatan yang menjadi titik munculnya kasus meninggal sekaligus hasil positif swab antigen.

“Untuk itu (swab massal) kami tinggal menunggu tindak lanjut dari Dinkes. Respon mereka, mungkin mereka bikin tim dulu dan kami juga mohon kepada pak Fezzi (Ketua DPRD) untuk berkoordinasi kepada Pemda terkait penanganan penyebaran Covid di Desa Baru,” pinta Mislan. (msi)