Pemda Diminta Ambil Keputusan Buka Atau Tutupnya Tempat Wisata Belitung

by -
Pemda Diminta Ambil Keputusan Buka Atau Tutupnya Tempat Wisata Belitung
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung Syamsir.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Komisi I DPRD Kabupaten Belitung meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera mengambil keputusan dan membuat kebijakan terkait dibuka atau ditutupnya tempat-tempat wisata, khususnya pantai di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Pemkab harus mengambil keputusan sebelum hari H atau Hari Raya lebaran. Dikhawatirkan membludaknya kunjungan masyarakat ke tempat-tempat wisata terutama pantai seperti pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung Syamsir kepada Belitong Ekspres, Minggu (17/5).

Hal itu kata politisi PPP bermula ketika Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Tinggi mengirimkan surat dan usulan kepada Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas terkait persoalan tersebut. Pada hari-hari biasa masyarakat masih cukup ramai untuk datang dan liburan ke daerah pantai di tengah kondisi rawan seperti Covid-19 saat sekarang.

Oleh karena, pada hari Senin (18/5) besok DPRD akan melakukan rapat bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membahas persoalan tersebut.

“Kalau komitmen bersama harus ditutup, ya ditutup. Tetapi kalau ada celah untuk dibuka silahkan dibuka tetapi harus sesuai protap dan di perhatikan seperti pos jaga atau pos kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, termasuk juga Pantai Tanjung Kelayang dan seluruh tempat wisata yang masih terbuka juga harus diantisipasi. Berbeda halnya dengan objek wisata Pantai Tanjungpendam yang aksesnya bisa dilakukan secara tertutup.

“Kalau kami yang terpenting sepanjang kita sama-sama menjaga silahkan, baik itu dari Kabupaten, Kecamatan, Desa dan tim gugus tugas Covid-19 karena corona ini belum bisa dikategorikan aman,” kata Syamsir.

Oleh sebab itu, Syamsir menegaskan, persoalan tersebut harus dikaji dan Pemerintah Daerah dalam beberapa hari kedepan harus mengambil keputusan.

“Harus dibuka, atau ditutup. Kalau keputusannya diberitahukan pada malam takbiran saya rasa sudah terlambat. Hari Rabu sudah harus ada kejelasaan. Kami di komisi I dan Pemdes menghawatirkan kalau sebelum lebaran orang-orang sudah ke sana, apalagi kondisi kita belum bisa dikatakan aman dari penyebaran virus Corona tersebut,” pungkasnya. (rez)

Editor: Yudiansyah