Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah

by -

Oleh: dr. Tjandra Kristiana, S.Ked*

Pemeriksaan kesehatan pra nikah penting dan dianjurkan bagi kedua pasangan. Pemeriksaan laboratorium sebelum menikah digunakan untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.
Dengan melakukan pemeriksaan laboratorium maka anda dan pasangan melakukan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan gangguan kesehatan yang bersifat genetik. Pada kenyataannya persiapan ini sering kali diabaikan dan diremehkan serta tidak mendapatkan prioritas.
Berbagai alasan dikemukakan seperti biaya pemeriksaan yang relatif tinggi, menyita banyak waktu, menambah kesibukan dan mengancam kelangsungan hubungan itu sendiri, apabila hasil uji kesehatan menunjukkan kelainan yang cukup serius pada kondisi medis berdua. Padahal, dengan melakukan skrining dini anda dan pasangan akan memperoleh kesiapan mental serta mengetahui jika ada penyakit atau kelainan yang nantinya dapat segera ditanggulangi bersama, khususnya menyangkut masalah kesehatan reproduksi dan kelainan genetika.
Dengan pemeriksaan kesehatan pranikah ini akan meningkatkan kualitas calon keluarga di bidang kesehatan dan bila diketahui setelah pemeriksaan ada hal-hal yang mengganggu dapat segera diatasi. Kelainan yang bisa terjadi pada pra nikah adalah penyakit yang telah diidap sebelum menikah, penyakit infeksi yang mempengaruhi reproduksi serta penyakit yang diturunkan dari orang tua ke anak.
Tidak ada batasan waktu yang pasti kapan pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan, namun pemeriksaan yang dilakukan 6 bulan sebelum dilangsungkan pernikahan dianggap ideal. Pertimbangannya, jika ditemukan masalah pada hasil pemeriksaan kesehatan kedua calon mempelai, masih cukup waktu untuk melakukan konseling dan memutuskan penanganan yang tepat terhadap penyakit yang diderita/masalah yang ditemukan.
Sebaiknya, sebelum pemeriksaan laboratorium lengkap ini dilakukan, anda menghubungi atau berkonsultasi dengan dokter anda. Pemeriksaan pra nikah ini dimulai dengan wawancara singkat tentang riwayat kesehatan untuk mengetahui penyakit yang pernah anda derita, riwayat kesehatan keluarga anda seperti kanker, diabetes melitus, epilepsi dan penyakit yang diturunkan secara genetik. Dokter perlu mengetahui pula keadaan lingkungan sekitar dan kebiasaan sehari–hari (perokok, pengguna narkoba, dan lain–lain).
Pemeriksaan kesehatan pra nikah ini dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya kelainan fisik yang termasuk tekanan darah, jantung, paru dan tanda fisik lain seperti anemia, asma serta kelainan pada kulit.
Riwayat penyakit kencing manis (diabetes melitus) yang dapat mempengaruhi kehamilan dan bersifat menurun. Hepatitis B menjadi masalah kesehatan yang serius, baik bagi penderitanya maupun keluarganya.
Penyakit-penyakit keturunan yang lain seperti thalassemia (penyakit keturunan di mana sel darah merah mudah rusak) dan hemofilia (penyakit gangguan pembekuan darah). Kedua penyakit tersebut dapat diturunkan melalui pernikahan dengan pengidapnya atau mereka yang bersifat pembawa (carrier). Golongan darah ABO dan ketidakcocokan rhesus dapat pula membahayakan  janin. Ada tidaknya penyakit menular seksual (PMS). Sebagian besar PMS, termasuk sifilis, herpes dan gonore dapat mengakibatkan kecacatan pada janin.
Selanjutnya dapat dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium sebagai skrining. Pemeriksaan darah rutin bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan kedua calon mempelai secara umum, mendeteksi adanya kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi bentuk dan fungsi sel darah, deteksi penyakit infeksi dan penyakit darah.
Untuk memastikan ada tidaknya thalassemia, dapat dilihat dari hasil pemeriksaan gambaran darah tepi, analisa hemoglobin HPLC dan badan inklusi HbH. Sedangkan untuk memastikan adanya penyakit hemofilia, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu pemeriksaan hematologi faal hemostasis.     Pemeriksaan golongan darah A, B, O dan Rhesus. Selain untuk kepentingan transfusi darah (jika kelak dibutuhkan), juga untuk mengetahui kecocokan rhesus.
Disebut rhesus negatif jika tidak ada faktor rhesus dalam darah, dan sebaliknya rhesus positif jika ada. Jika seorang wanita dengan rhesus negatif hamil dari suami yang mempunyai rhesus positif dan mengandung anak dengan rhesus positif maka secara alami si ibu akan menghasilkan antibodi yang menyerang darah janinnya dan menyebabkan sel darah merah janin rusak, hingga janin dapat mengalami anemia, kerusakan otak dan jantung, serta kematian.
Pemeriksaan gula darah puasa dan gula darah post prandial (2 jam setelah makan) digunakan untuk mendiagnosa diabetes melitus (kencing manis) yang cenderung dapat diturunkan kepada janin/anak yang akan dikandung. Jika diketahui lebih awal dapat dilakukan penatalaksanaan untuk gula darah ibu, agar tidak menimbulkan komplikasi pada janin.
Pemeriksaan HBsAg digunakan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi hepatitis B yang dapat ditularkan kepada pasangan melalui kontak fisik (melalui darah/luka) dan hubungan seksual, dan kepada bayi yang akan dilahirkan nantinya.
Pemeriksaan VDRL/RPR. Untuk mendeteksi ada tidaknya sifilis dan gonore, di mana selain berakibat buruk pada penderita, kedua jenis penyakit ini dapat ditularkan kepada pasangan melalui hubungan seksual atau dari ibu kepada janin dan dapat mengakibatkan cacat serta kematian pada janin.
Pemeriksaan Anti-Rubella IgG, Anti-Toxoplasma IgG dan Anti-CMV IgG digunakan untuk mendeteksi infeksi Rubella, Toxoplasma dan Cytomegalovirus yang dapat mengakibatkan keguguran berulang, bayi lahir prematur dan dapat juga menyebabkan kelainan/kecacatan pada janin.
Pemeriksaan sampel kencing dapat digunakan untuk mengetahui adanya kondisi kelainan ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolik atau sistemik pada kedua calon pasangan.
Akhir kata, pemeriksaan kesehatan dan laboratorium sebelum menikah adalah sebuah tindakan pencegahan untuk mendeteksi kesehatan reproduksi dan genetika calon pasangan.. Salah satu faktor penting yang menentukan kebahagiaan sebuah pernikahan adalah kesehatan kedua calon mempelai, karena bila salah satu diantaranya mempunyai masalah kesehatan, maka kebahagiaan tidak dapat dirasakan seutuhnya. Karena itu disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan guna mewujudkan keluarga sehat dan bahagia. *)Dokter Umum di RSUD Belitung Timur)