Pemerintah Kejar Tanah PT Timah

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Rencana untuk Pasar dan Pelabuhan Penyeberangan
TANJUNGPANDAN-Pemerintah Kabupaten Belitung berusaha mendapatkan lahan PT Timah di Tanjungpendam seluas 3,5 hektar yang kini mangkrak penu semak bak rumah hantu. Lahan yang berada di samping dan belakang kantor Dinas Pariwisata Belitung itu diupayakan bisa dikelola Pemda untuk pengembengan kawasan kota maupun kawasan penopang fasilitas umum lainnya.
Bupati Belitung yang akrab disapa Sanem, menyatakan adanya rencana negosiasasi atas pengalihan aset tanah di kawasan samping terminal lama milik PT Timah. Rencananya jika gol, akan digunakan untuk pemindahan pasar dan pengembangan pelabuhan penyeberangan.
Sanem mengakui, adanya keterbatasan kemampuan Pemerintah daerah (Pemda) untuk mengambil alih aset milik perusahaan plat merah tersebut. Sebab, kemampun pemerintah untuk mengambil alih (beli,Red) sesuai aturan yakni harga berdasar NJOP (nilai jual objek pajak) atau maksimal 1,5-nya.
Selain itu, secara aturan pembelian bukan atas dasar mengikuti harga pasar. Namun, atas dasar NJOP. Sementara permintaan PT Timah sampai sekarang ini harga yang dipatok Rp 24 hingga Rp 25 miliar. “Itulah yang jadi masalahnya. Walaupun kita (pemerintah daerah,red) punya kemampuan membeli, tapi kita juga bisa disalahkan karena sudah ada aturannya,” kata Sanem kepada Belitong Ekspres Minggu (15/2) kemarin, usai acara hiburan orgen tunggal dan ngupi bareng bersama komunitas penikmat kupi Belitung di Pasar Tanjungpandan.
Sanem lebih lanjut menjelaskan, yang menjadi dasar aturan bagi pemerintah daerah dalam hal pembelian aset itu yakni, NJOP. Selain itu, harganya tidak akan mungkin sampai berlipat-lipat dari NJOP. “Maksimum, satu setengah dari NJOP. Itu secara aturan pemerintahan,”paparnya.
Ditanya, soal komitmen PT Timah dalam membantu Pemda, Sanem mengatakan, sedang dalam proses sounding  (penyampaian agenda penting,Red) dan sudah disampaikan melalui surat untuk mendapatkan kesepakatan atas lahan tersebut. “Selama ini kan lahan itu memang ditelantarkan. Kemudian juga aturan jual beli secara pemerintah telah kami sampaikan. Semoga ada jalan,  kita sudah upayakan terus,” jelasnya. (mg2)

Baca Juga:  Ki Joko Bodo Wakafkan Tanahnya untuk Pembangunan Masjid

Rate this article!
Tags:
author

Author: