Pemerintah Pusat Dorong Beltim Dirikan Diskominfo

by -

*Dianggap Berkontribusi Signifikan Terhadap Pembangunan di Daerah

foto A HL

Bupati Beltim Basuri T Purnama saat menerima kunjungan Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary dan Kepala Seksi (Kasi) Infrasruktur Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan BaBel Aula Dedi Priago di ruang kerjanya, di ruang kerjanya, Jum’at (27/3) pekan lalu.

MANGGAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI serta Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (BaBel) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) untuk mendirikan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Keberadaan Dinas Kominfo dianggap dapat memberikan kontibusi yang signifikan terhadap pembangunan di daerah khususnya perkembangan infomasi di dunia maya.

“Kita bisa melihat kepentingan dengan adanya Dinas Komunikasi dan Informatika sangat signifikan. Kalau Dinas Perhubungan nyata fisiknya, ada jalan, ada udara dan ada laut.  Tapi kalau untuk Diskominfo, kita bisa bersinergi dengan seluruh SKPD dan instansi pemerintah. Dan memang apa yang dibangun tidak terlihat tapi dengan satu jari kita bisa berkomunikasi dengan dunia luar,” jelas Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary saat bertemu dengan Bupati Beltim Basuri T Purnama di Ruang Kerjanya, Jum’at (27/3) pekan lalu.

Septriana berharap Pemkab Beltim akan dapat melakukan perubahan nomenklatur terkait penambahan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) baru. Jika hanya masih berada di bawah Dinas Perhubungan, tugas poko dan fungsi (tupoksi) yang ada di Kominfo kurang optimal. Ia menegaskan di jaman era keterbukaan informasi dan jaringan internet ini peranan Diskominfo akan jauh lebih dominan.

“Sekarang ini kebutuhan IT itu ada di semua sektor. Harapan kami sih mudah-mudah Pemkab Beltim akan melakukan perubahan nomenklatur terbaru untuk Diskominfonya,” kata Septriana.

Hal Senada, Kepala Seksi (Kasi) Infrasruktur Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan BaBel Aula Dedi Priago menyatakan dukungannya agar Pemkab Beltim segera membentuk Diskominfo. Ia beranggapan Diskominfo merupakan kebutuhan dasar dari seluruh SKPD yang ada, mengingat kebutuhan terhadap akses terhadap Teknologi Informatika dan Komunikasi.

“Ini bukan masalah mendesak atau tidaknya Diskominfo didirikan. Kominfo itu bukan seperti leading sektor seperti Dinas Pendidikan, Kesehatan atau Pekerjaan Umum, tapi dari semua itu Kominfo mampu memberikan dukungan pada setiap ranah, dialah yang harus berada di setiap lini. Jadi sudah termasuk di kebutuhan dasar,” ujar Pria yang akrab dipanggil Ago ini.

Ago mengakui jika saat ini di Provinsi Kepulauan BaBel, belum ada satu pun pemerintah kabupaten/kota yang mempunyai Dinas Kominfo. Dinas Kominfo sendiri, hanya berada di tingkat Pemprov. Namun Pemprov tetap berharap dan mendukung jika pemerintah kabupaten/kota berniat mendirikannya.

“Kita sangat mendukung. Karena untuk memajukan SKPD yang ada wajib pakai TIK kan? Kominfo tidak berdiri sendiri, karena dia merupakan suporting dari seluruh sistem yang ada,” tegas Ago.

Ditemui terpisah, Bupati Beltim menyambut baik saran dan masukan dari Kementerian Kominfo RI dan Dinas Kominfo Provinsi Kepulauan BaBel. Pemkab Beltim akan segera mengkaji rencana pendirian Dinas Kominfo. Namun secara pribadi Ia mengakui pentingnya pendirian Diskominfo di Kabupaten Beltim.

“Untuk masalah informasi dan jaringan internet kita harus fokus. Harus ada Diskominfo yang berdiri sendiri, makanya sedang kita rencanakan itu. Otomatis 2016 nanti kita harus ada perubahan nomenklatur. Inilah yang membuat desa dan masyarakat di pulau kita jadi melek IT,” ungkap Basuri.

Layanan jaringan informasi dan internet sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk itu kata Basuri, hampir seluruh daerah bahkan pulau di Kabupaten Beltim sudah dibangun infrastruktur jaringan komunikasi yang dapat menjangkau dan menghilangkan blank spot. Selain itu akses internet juga akan membuat pelayanan kepada masyarakat jadi lebih mudah.

“Contohnya begini kalau bidan desa habis melahirkan anak di Polindes. Lalu anaknya difoto, dicap kakinya segala macam, discan masuk ke dalam data terus dikirimkan ke Dinas Catatan Sipil, dan langsung keluar Surat Akta Kelahiran. Itu kalau dia bisa on-line. Nah begitu mudahnya pelayanan kepada masyarakat kita. Dan pasti 100 persen kelahiran, 100 persen akta kelahiran. Dak ada yang loss data,” tandas Basuri. (feb)