Pemilihan Ketua Komisi III DPRD Babel Kontroversi

by -

PANGKALPINANG – Perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Bangka Belitung, menimbulkan kontroversi. Dimana, pemilihan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel) sempat memanas, lantaran ada sebagian anggota Komisi yang menolak sistem pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi yang ditawarkan oleh Pimpinan DPRD Babel, pada Senin (27/3).

Pada saat pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III terjadi perdebatan yang cukup alot, bahkan sempat dihentikan sejenak karena belum ditemukan kata sepakat. Setelah dilanjutkan kembali perdebatan masih saja berlangsung, bahkan salah salah anggota Komisi III, Rodiansyah Rasyid keluar dari ruangan komisi dengan membanting pintu yang cukup keras.

“Kita dipaksa pimpinan, Ketua dan Wakil Ketua untuk musyawarah mufakat. Sementara kami anggota komisi sudah sepakat untuk melakukan voting dan ini sudah tidak benar kalau pimpinan sudah memaksa kehendak,”tukas Rosdiansyah.

Selain itu, anggota Komisi III yang lain, Ahmad Mugni menyebutkan, bahwa pimpinan DPRD Babel sudah tidak menghargai kesepakatan Anggota Komisi III yang sudah menyetujui untuk dilakukan pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III dengan voting. “Dalam hal ini pimpinan sudah zolim terhadap komisi III,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan, untuk pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III dilakukan dengan cara musyawarah dan mufakat merupakan kehendak dari Fraksi-fraksi yang ada.

“Tidak mau adanya musyawarah dan mufakat karena ada campur tangan fraksi lain dengan fraksi lainnya dan ini sangat kurang etis. Jika ada permasalahan yang sifatnya belum klop kita skor dulu dong pemilihanya, ini wajar dalam dunia perpolitikan adanya konsulidasi internal fraksi,”jelas Didit.

Kemudian lanjut Didit, masalah adanya intervensi merupakan hak dari ketua fraksi masing-masing. Karena fraksi merupakan perpanjangan tangan partai politik. Sebenarnya kata Didit, tidak perlu adanya hal-hal yang diributkan.

“Jika ada fraksi yang ingin membangun komisi dengan fraksi tertentu itu merupakan hal yang wajar. Dan ini tidak perlu diributkan yang dibutuhkan rakyat itu hasil kerja kita. Percuma jadi ketua komisi kalau kerja nyatanya tidak ada,”terang Didit.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi menambahkan, dalam pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi ini dilakukan untuk mengakomodir secara proporsional seluruh fraksi di DPRD Babel dan hasilnya tidak ada fraksi yang mayoritas menjabat sebagai ketua komisi.

“Adanya gejolak pemilihan ketua komisi III, ini merupakan dinamika dalam menyamakan persepsi. Tentunya ada yang bersuara keras, ada yang lembut ada yang betegang urat. Kita harapkan adanya musyawarah dan mufakat. Tadi dilakukan skor karena fraksi-fraksi mau berembuk dulu. Setelah diskor fraksi-fraksi sepakat utuk melakukan aklamasi musyawarah dan mufakat,”kata Amri menanggapi polemik ini.

Pemilihan ketua, wakil ketua dan sekretaris komisi begitu juga dengan Pemilihan Ketua Badan Kehormatan (BK) dan Badan Anggaran (Banggar) serta Badan Legislasi DPRD Babel ini dilakukan setelah adanya penggeseran Alat Kelengkapan Dewan dan telah melalui rapat paripurna DPRD Babel.

Dari hasil pemilihan ini untuk Ketua Komisi I terpilih Adet Mastur dari Fraksi PDI Perjuangan yang sebelumnya dipegang oleh HK Djunaidi dari Fraksi Amanat Demokrat, kemudian untuk Komisi II di ketuai oleh Aksan Visyawan dari Fraksi PKS mengantikan Antonius Uston, Ketua Komisi III dipimpin oleh Toni Purnama dari Fraksi PPP yang sebelumnya diketuai oleh Samsyuhardi dan Komisi IV diketuai oleh HK Djunaidi yang sebelumnya diketuai oleh Subandri Husin.(tob)