Pemilik Mie Ayam Manggar Terpapar Corona, Kontak Erat Dihimbau untuk Periksakan Diri

by -
Pemilik Mie Ayam Manggar Terpapar Corona, Kontak Erat Dihimbau untuk Periksakan Diri
Mantan Camat Manggar, Amirudin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menjadi pusat penyebaran virus Corona atau Covid-19 transmisi lokal. Hingga Minggu (26/7), sudah 10 orang terpapar dari klaster baru Kepala SMKN 1 Manggar.

Diantaranya yang terjangkit virus tersebut adalah sopir travel RA (51) dan istrinya pemilik dari warung mie ayam SU (51) di Dusun Lipat Kajang Manggar. Oleh karenanya, Kepala Desa Baru Mislan Kadir mengimbau kepada seluruh warga yang pernah singgah ataupun kontak dengan pemilik warung mie ayam segera melaporkan diri.

“Kami himbau agar melaporkan diri secara suka rela, dan memeriksakan diri. Karena jangan sampai hal ini, terpaparnya virus tersebut luas. Karena banyak yang pernah kontak menutup diri. Tidak membuka diri, sehingga hal-hal seperti ini menjadi katakutan di masyarakat,” ungkap Mislan kepada Belitong Ekspres, Senin (27/7) kemarin.

Dikatakan Mislan, sebelumnya aparatur Desa Baru mendapat amanah dari posko Kecamatan, untuk mengawasi pasien yang positif Covid-19 yang berada di Desa Baru. Sebab, mereka (SU dan RA) diisolasi mandiri, maka dirinya merasa punya peran aktif untuk mengawasi, agar mereka tidak beraktifitas di luar rumah.

“Kemudian kalau dia berencana akan keluar rumah, maka kami dari aparatur desa, posko desa, selalu memantau agar si pasien tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Kalau mereka butuh suatu karena disitu ada rekan sejawatnya dilingkungan itu sendiri, mereka menggunakan handphone untuk komunikasi kebutuhan memesan sesuatu,” tukasnya.

Senada juga disampaikan oleh Camat Manggar Amirudin. Dia berpesan kepada masyarakat yang diduga pernah berinteraksi langsung terhadap orang yang terkonfirmasi Covid-19 ini, maka untuk segera melaporkan dan memeriksakan kesehatannya kepada Puskesmas terdekat ataupun kepada gugus tugas di kecamatan.

“Kita tindaklanjuti langkah-langkah yang konkrit sebagai antisipasi. Kita himbau juga mereka-mereka yang pernah bertransaksi dan kontak langsung dengan mereka yang positif covid ini. Kita imbau mereka untuk pemeriksaan kesehatan, kemudian jangan ragu-ragu untuk menyampaikan,” tutur di akhir jabatannya sebagai Camat Manggar.

Terkait tracking pasien positif ini, kata Amirudin, sepertinya agak luas. Karena memang aktivitas yang dilakukan oleh orang yang positif ini ada kegiatan transaksi ekonomi. Di situ ada usaha yang setiap orang melakukan kunjungan, dan melakukan konsumsi makanan.

Maka dari itu, dia kembali berpesan bagi mereka yang pernah berkunjung ke warung milik pasien ini, jangan pernah kontak langsung dengan warga sekitar. Dan, segera berupaya untuk mengisolasi Mandiri dan melaporkan ke pihak terkait.

Kepada tenaga kesehatan dan Satpol PP Kecamatan beserta limas yang ada di desa, pun diharap bisa memonitor perkembangan ruang gerak mereka. “Kita coba batasi ruang gerak mereka ini, karena mereka sudah positif Covid-19. Nanti dengan kawan-kawan di Kabupaten juga berupaya untuk melakukan pemantauan, kurang lebih 1 jam sekali. Ya demikian juga kebutuhan-kebutuhan yang yang mereka butuhkan sehari-hari,” tukasnya.

Amirudin menambahkan, pihaknya juga meninggalkan nomor telepon kepada yang bersangkutan. Artinya mereka cukup tinggal di rumah dalam pemantauan yang sangat ketat. “Kami di kecamatan sudah menyiapkan rumah dinas untuk mereka yang memang positif dan konfirmasi. Dan bagi mereka yang agak sulit diterima oleh lingkungan sekitarnya, kita berkoordinasi dengan Kabupaten untuk menempatkan mereka di tempat-tempat yang bisa melakukan isolasi Mandiri,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat agar tetap terus membentengi diri. Yaitu, dengan disiplin mentaati protokol kesehatan, ikuti himbauan pemerintah, gunakan masker, cuci tangan, tidak berada pada tempat kerumunan orang. “Kalau seandainya mereka sakit dan batuk jangan keluar rumah,” pintanya.

Amirudin melanjutkan dalam waktu dekat akan dilakukan swab massal. Sebab, pasien positif ini aktifitas sehari-hari di lingkungan kerumunan. Mereka ada di pusat-pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

“Diupayakan, mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan swab secara massal di beberapa objek, di warung kopi yang sehari-hari sebagai tempat si terkonfirmasi berinteraksi. Kemudian juga di pasar, kemudian juga kepada pelanggan-pelanggan. Karena luasnya hampir seluruh seluruh Kecamatan, ke seluruh desa yang ada, yang kebetulan pernah kontak langsung dengan yang bersangkutan,” tandasnya. (dny)