Pemilik Rumah Makan Minta Perhatian Pemerintah

by -

*Pedagang Akui Sekarang Sangat Sepi Pembeli

foto A- bukit kuliner tanjungtinggi sepi

Foto A: reza/be

Suasana di Bukit Taman Kuliner yang sekarang relatif sepi pembeli.

SIJUK-Para pedagang di Bukit Taman Kuliner Desa Tanjung Tinggi mengeluhkan pendapatan meraka yang berkurang drastis karena sepinya pengunjung. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan yakni PT. Ranati untuk merangkul mereka dengan membangun infrastuktur pendukung. Di antaranya jalan aspal dan membuat papan nama yang jelas atau tanda pemberitahuan menuju lokasi usaha di Bukit Taman Kuliner.Suhairi, pedagang Bukit Taman Kuliner Selasa (15/3) kemarin kepada Belitong Ekspres mengatakan, omset mereka menurun drastis jika dibandingkan sewaktu masih berjualan di pinggir Pantai Bilik Tanjung Tinggi.“Sesama pedagang Bukit Taman Kuliner sering mencurahkan hati mereka, bahkan ada yang sama sekali tidak laku. Termasuk saya sendiri. Jangankan hari-hari biasa, hari minggu pun gak ada tamu,” ungkap pedagang ini.Suhairi menyatatakan, sepinya pengunjung salah satu faktor ini dikarenakan kondisi jalan masuk menuju ke Bukit Taman Kuliner terlihat kumuh. Selain itu, tidak adanya spanduk atau banner yang memberikan informasi jika di sini ada rumah makan. ”Kami berharap pemkab dan pihak Ranati dapat merangkul kami pedagang kecil,” pintanya.Menurut Suhairi, Pemerintah selalu gencar mengajak warga masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan dan mandiri. Di antaranya punya usaha dan dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri. Tapi, (ironis,Red), dengan masuknya pembangunan, masyarakat yang dulunya mempunyai pendapatan, kini menjadi terlantar. “Silahkan pihak perusahan membanguan, karena itu memang ranah mereka dan pemerintah menjalankan fungsi dan aturan sebagai mana mestinya. Namun, masyarakat lokal harusnya dirangkul jangan ditelantarkan,” harapnya.Ia kembali meminta kepada pemerintah ke depan para pedagang diperhatikan. Sebab, masyarakat turut berperan menjadikan Pantai Bilik menjadi seperti sekarang. ”Tolonglah masyarakat jangan ditinggalkan. Jangan sampai masyarakat pribumi hanya menjadi penontoh di tahan kelahiran,” ketusnya.Terpisah, Oman seorang pedagang lainnya mengatakan, sejak pindah ke lokasi baru, para pembeli menjadi sepi. ”Ada lah yang beli kalau cuma minuman mineral dan kerupuk. Kalau yang manggang ikan tidak ada sama sekali. Kemarin alhamdullah waktu GMT sempat ada pembeli, tapi sekarang selesai GMT kembali sepi,” ungkap dia.Dikatakan, biasanya waktu masih di Pantai Bilik, satu minggu bisa membeli beras sampai tiga karung. Namun, sekarang satu minggu satu karung pun tidak habis, itu pun dimakan buat sendiri.Dia berharap jalan masuk ke bukit taman kuliner diaspal dan dibuatkan plang atau tanda pemberitahuan rumah makan. ”Waktu masih di tepi pantai adalah pemasukan, tapi sekarang jauh sekali berbeda,” keluh kakek berumur 77 tahun ini.(mg1)