Pemilik Toko Miras Diminta Insaf

by -

*Organisasi Pemuda dan Islam akan Demo Bersih Miras

TANJUNGPANDAN-Organisasi Pemuda dan Islam di Belitung, menyatakan sikap perang terhadap minuman keras (Miras) di Negeri Laskar Pelangi. Rencana Minggu (26/3) mendatang,di Pantai Tanjungpendam, akan menggelar demo Belitung bersih Miras.

Itu dilakukan lantaran, Rabu (25/3) malam, Jajaran Polres Belitung mengamankan puluhan kampil miras jenis arak, saat Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) di Kawasan Tanjungpandan, seperti di Air Merbau dan Air Rayak.

Ketua Komiten Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Belitung Topan Stefano mengatakan, dia mengaku prihatin dengan adanya peredaran miras di Belitung. Menurutnya, KNPI beserta organisasi pemuda lain seperti GP Ansor, Pemuda Pancasila, Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP), Pemuda Muhammadiyah, dan Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ((BKPRMI) komitmen untuk memberantas Miras di Belitung.

Kata Topan, selain melakukan demo di kegiatan ini juga ada aksi damai yakni melakukan penandatanganan penolakan adanya Miras di Belitung. Setelah itu, tanda tangan komitmen tersebut diserahkan ke Bupati Belitung Sahani Saleh dan Kapolres Belitung AKBP Sunandar.

“Kami meminta dukungan dari pemerintah tentang aksi ini,” ujar Topan. Selain itu dia juga meminta, kepada para pemilik toko yang menjual Miras, agar segera insaf. Kalau tidak maka, Organisasi Pemuda dan Islam di Belitung akan melakukan tindakan tegas.

Topan menambahkan, dirinya mengundang seluruh pemuda dan tokoh masyarakat di Belitung untuk hadir dalam kegiatan ini. “Dukungan masyarakat Belitung tetantang perang miras sangat dibutuhkan,” pinta Topan.

Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Belitung Edu Usdianto mendukung adanya aksi demo ini. Dia juga menyatakan perang terhadap miras di Belitung. Sebab adanya minuman haram ini, banyak Pemuda Belitung tewas.

Edu meminta kepada pemerintah untuk tegas dalam masalah ini. Seperti melakukan pengawasan mengenai peredaran miras ini. “Pemda harus menerbitkan peraturan agar miras tidak dijual sembarangan di Belitung,” ungkap Ketua PP Belitung.

Edu mengatakan, dari pihak PP Belitung sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya miras, khususnya dilingkungan organisasi kepemudaan. “Komitemen kami, siapp perang melawan miras,” tegasnya.

Bahkan, Pemuda Pancasila dan Organiasai Pemuda dan Islam Belitung akan menyikat oknum-oknum aparat yang membeking arak-arak itu. “Kita akan lawan oknum-oknum itu, kami tidak takut,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Belitung Aldi Renaldi. Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan sweeping kepada para penjual minuman keras di Belitung.

Dia mewarning tegas kepada penjual arak di Belitung agar segera tutup. Bahkan, Aldi juga menegaskan kepada pamilik pabrik arak agar segera tutup. “Kami tidak ingin generasi muda di Belitung bergugurang,” kata Aldi kepada Belitong Ekspres.

Menurutnya, selama awal Januari hingga akhir Maret 2017 ada lima orang meninggal yang disebabkan miras sangatlah tinggi. “Maka dari itu, harga mati tutup pabrik miras,” ujar Aldi, diiyakan Ketua Satma PP Belitung Indra Jaya, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Abdul Gofur. (kin)