Pemkab akan Keluarkan Instruksi

by -
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

MANGGAR – Turunnya harga resmi Bahan Bakar Minyak (BBM) premium RON 88, namun tidak diikuti penurunan harga di tingkat eceran membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) mengambil langkah cepat.

Melalui Tim Monitoring Evaluasi (Monev) BBM, Pemkab Beltim menggelar rapat terbatas dengan agenda pembahasan harga BBM di tingkat pengecer, Jum’at (9/1) pekan lalu di ruang rapat Bupati Beltim.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda), Talafuddin ini dihadiri oleh pimpinan SKPD terkait seperti Assisten I Bidang Pemerintah Sarjono, Kepala Dinas (Kadin) Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Syahrial, Kadin Pertanian dan Kehutanan Khaidir Lutfi, Kadin Perhubungan Kesuma Jaya, Kasat Pol PP Sudiono, Kepala Kesbangpol Yusmawandi, Kepala Bagian Ekonomi Pembanguinan Setda Hendri Yani, Kabid di Dinas Kelauatan dan Perikanan, serta Kasie Energi di Dinas Pertambangan dan Energi.

Dalam rapat ini dihasilkan kesimpulan yakni pemerintah daerah menyesalkan tidak adanya penurunan harga di tingkat pengecer. Dalam waktu dekat ini juga Pemkab Beltim akan mengeluarkan Surat Instruksi Bupati terkait harga eceran BBM tertinggi. Selain itu masyarakat luas dihimbau untuk membeli BBM langsung dari SPBU.

“Dalam waktu dekat ini kita akan keluarkan Instruksi Bupati. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati, pengurangan harga premium. Dengan begitu kita berharap setidaknya ongkos transportasi dan biaya lainnya akan berkurang,”ungkap Talafuddin seusai Rapat Terbatas.

Talafuddin yang didampingi Sekretaris Tim Monev BBM Kabupaten Beltim, Hendriyani menekankan kepada seluruh pengecer khususnya yang berada dekat dengan SPBU agar dapat menurunkan harga eceran premium menjadi Rp 7.500 perliter.

Jika surat instruksi tersebut sudah dikeluarkan namun masih didapati adanya pengecer yang menjual melebihi harga, pengecer yang kedapatan akan dikenakan sangsi.

“Jelas akan ada sangsi bagi yang melanggar. Jika nanti kita temukan mereka tidak mengindahkan instruksi Bupati izin mereka terkait penyaluran premium itu akan kita cabut,” tegas Hendriyani.

Hendriyani menambahkan harga premium di tingkat ecaran yakni Rp 7.500 perliter sudah cukup rasional. Dengan begitu setidaknya pedagang ecaran sudah mendapatkan untung Rp 550 untuk tiap liternya.

“Kalau kemarin sebelum turun harga, Ok lah mereka jual Rp 8.000 perliternya. Namun sekarang kan harga BBM sudah turun, dan sudah seharusnya ikut turun, kasihan masyarakat, mereka kan harus ikut menikmati. Masyarakat luas harus menikmati adanya penurunan harga BBM ini,” tandasnya. (feb)

 

Ket foto : Rapat terbatas pembahasan permasalahan BBM yang dilaksanakan diruang rapat Bupati Beltim, Jumat (8/1) pekan lalu.