Pemkab Babar Harus Bergerak Cepat

by -

//Tanggulangi Krisis Air Bersih Bagi Masyarakat

MUNTOK – Musim kemarau di tahun ini diperkirakan bakal lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berdampak semakin terbatasnya persediaan air bersih bagi masyarakat.
Beberapa warga di Kecamatan Muntok terpaksa menambah biaya pengeluaran rumah tangga untuk membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari. Air bersih yang dibeli dari penjual air berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
“Jadi untuk satu bulan kita harus siapkan sekitar 800 ribu untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” keluh Armen, warga desa Air Belo kecamatan Muntok saat menyampaikan keluh kesah kepada salah satu Anggota DPRD Provinsi Babel dari Dapil Babar yaitu Deddi Wijaya,SH, kemarin (25/8).
Keadaan pun terasa semakin berat, kata Armen, mengingat kondisi perekonomian yang sedang lesu. “Sekarang ini kalau bukan beli, sulit sekali mendapatkan air bersih di Air Belo. Jadi terpaksa beli, padahal kondisi perekonomian kita saat sedang melesu, ditambah lagi kita harus mengeluarkan biaya yang lumayan besar untuk mendapatkan air bersih ini. Tentunya ini sangat berat sekali bagi kami masyarakat kecil ini,” tukas Armen.
Ia pun berharap pemerintah segera memberikan solusi untuk menanggulangi persoalan ini. “Tolong pemerintah daerah perhatikan hal ini. Kami sangat membutuhkan air bersih,” ujar dia.
Menanggapi hal ini, Deddi Wijaya mengatakan, pemerintah kabupaten Babar harus mengambil tindakan yang tepat dan cepat untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Ia pun menyindir Pemkab Babar agar tidak duduk diam dan menunggu.
“Pemkab Babar harus segera mencari solusi dan tidak boleh diam saja. Harus cepat dicari solusinya. Kasihan masyarakat,” ujar Deddi Wijaya. (ray)