Pemkab Belitung Launching Program Beasiswa Simpor

by -
Pemkab Belitung Launching Program Beasiswa Simpor
Foto bersama seusai pembagian beasiswa dalam Program Simpor Pemkab Belitung di kawasan Kave Senang, Rabu (4/12/2019).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Belitung Launching Program Beasiswa Simpor (Sistem informasi Manajemen Pendidikan dan Olahraga). Launching tersebut bertempat di kawasan KV Senang, Tanjungpandan, Rabu (04/12) kemarin.

Launching Program Pelayanan ini dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh, Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Junaidi, Pemimpin Cabang Bank BRI Tanjungpandan Edi Yudiarta Candra Wiyana, beberapa guru, siswa dan undangan lainnya.

Dengan Pemberian Beasiswa merupakan upaya yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pemerintah Kabupaten Belitung, agar setiap generasi bisa memperoleh yang sama dalam diri melalui Pendidikan. Tujuan lainnya agar mereka bisa memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan hingga Jenjang Perguruan Tinggi Negeri.

Dalam hal ini Bupati Belitung, Sahani Saleh, berharap kepada penerima Beasiswa Simpor ini bisa memilih keinginan untuk terus maju dan berkembang untuk meraih prestasi yang lebih tinggi

“Tentunya saya berharap untuk memotivasi kepada anak-anak ini, jangan sampai mereka merasa minder dengan diri mereka. Misalnya hanya gara-gara tidak punya baju sekolah, mereka jadi tidak mau sekolah. Jadi, jangan sampai terjadi yang seperti itu, dan kita juga berharap kepada orang tua mereka masing-masing harus memiliki tanggung jawab juga dalam pendidikan ini,” katanya.

Program Simpor ini merupakan satu dari 16 program inovatif daerah Bupati dan Wakil Bupati yang bersumber dari dana anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Belitung tahun 2019.

Jumlah dana sebesar 1,8 Miliar dengan pembagian Rp. 500 ribu untuk satu orang siswa SD dan SMP, dan kemudian 15 Juta untuk satu orang mahasiswa.

Sementara itu Pemimpin Cabang Bank BRI Tanjungpandan, Edi Yudiarta Candra Wiyana, mengatakan, Program Simpor ini bekerja sama dengan PT Persero Bank BRI kantor cabang Tanjungpandan sebagai partner yang nantinya akan menyalurkan dana bantuan melalui kartu Brizzi Simpor.

“Kartu ini merupakan uang elektronik pengganti uang tunai untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Belitung,” katanya.

Penyaluran beasiswa secara non tunai juga dilakukan selaras dengan program Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada gerakan nasional non tunai (GNNT).

Siswa penerima beasiswa juga bisa berbelanja di toko buku dan toko peralatan sekolah yang telah bekerjasama, Yakni Toko Buku Widodo, Toko Dodo Grafika, Toko Hatta Pakistan, dan Toko Sumber Wangi (Asiong).

“Di toko telah ditempatkan mesin EDC (electronic data capture) untuk transaksi kebutuhan sekolah. Di luar itu tidak diperkenankan,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Junaidi, mengatakan, adapun jumlah penerima dana 1000 orang, yang terdiri dari 685 orang siswa SD dan 315 orang siswa SMP, serta mahasiswa yang kuliah di luar provinsi Bangka Belitung maupun di Provinsi Bangka Belitung dengan jumlah 123 orang.

“Kriteria penerima bagi masyarakat yang kurang mampu, berdasarkan data yang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial kabupaten Belitung,” katanya.

Kemudian ada juga beasiswa untuk 123 bagi mahasiswa Belitung. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada mahasiswa yang berkuliah di wilayah Provinsi Bangka Belitung, dan diluar Bangka Belitung.

“Kalau untuk mahasiswa itu 123 orang. Untuk kuliah di dalam provinsi itu jatahnya 43 orang, kalau untuk di luar Provinsi Bangka Belitung itu 80 orang. Masing-masing mahasiswa ini nantinya akan diberikan jatah 15 juta perorang,” terangnya.

Tujuan utama program ini, agar tidak ada siswa atau mahasiswa yang putus sekolah. Ini upaya pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Program ini ada kelanjutan tahun depan, mudah-mudahan pemda ada uang banyak, maka dari itu dengan masyarakat membayar pajak salah satunya,” katanya.

Kemudian, guna memastikan bantuan ini tepat sasaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten juga menerapkan beberapa kriteria penerima khususnya mahasiswa. Yakni selain berasal dari keluarga kurang mampu, penerima juga harus memiliki nilai yang baik. Penerima dengan kampus dan program studi berakreditasi A wajib memiliki indeks prestasi minimal 3. Sedangkan mahasiswa dari kampus B ke bawah minimal memiliki indeks prestasi 3,25.

“Untuk perguruan tinggi yang terakreditasi A itu minimal 3. Kemudian yang B itu 3,25,” ujarnya.

Selain syarat di atas, kandidat yang mengajukan beasiswa disyaratkan mengirimkan proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung. Dalam proses seleksi Disdikbud akan melakukan survei ke rumah-rumah calon penerima beasiswa, untuk memastikan kondisi ekonomi calon penerima beasiswa.

Editor: Subrata
Reporter: Doddy Pratama