Pemkab Siap Lakukan Perbaikan

by -

*Jika Bangunan Pintu Masuk Pujamas, Benar-benar Dipinjam Pakaikan PT Timah

MANGGAR -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) menyatakan siap memperbaiki bangunan pintu masuk Pujamas Desa Lenggang Kecamatan Gantung, jika aset tersebut benar-benar masih dipinjam pakaikan oleh PT Timah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum Setda Beltim, Amirudin, menanggapi mengenai tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan bangunan pintu masuk Pujamas Desa Lenggang, yang kini nampak rusak dan terurus.

“Kami, masih akan mengecek ulang dan melakukan verifikasi aset tersebut. Inikan masa transisi dan mungkin nanti Senin lah kita cek kembali. Namun intinya Pemkab siap melakukan pemeliharaan dan perbaikan jika memang aset tersebut dipinjam pakaikan oleh PT.Timah ke Pemkab,” ujar Amirudin kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Amirudin juga mengatakan, pihaknya masih akan mengecek ulang dokumen dokumen aset tersebut. Sebab, diakuinya perencanaan aset belum secara detail diketahui masuk atau tidaknya aset tersebut di Pemerintah Daerah Beltim.

“Jika memang nantinya dokumen aset tersebut lengkap dan ada, maka kami akan siap melakukan pemeliharaan dan pengelolaan, dengan cara dan sistem pembinaan yang harus diatur kembali,” ujarnya kembali.

Sementara itu, Kepala Seksi Inventarisasi dan Penilaian Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Beltim, Billy Connolly, membenarkan aset tersebut dpinjam pakaikan oleh PT Timah.

“Benar itu memang dipinjam pakaikan oleh PT.Timah ke Pemkab Beltim. Dan untuk masa perbaikan memang ranahnya bukan di bagian aset, namun ada di bagian Setda Beltim. Dan kita pun hanya sebatas mendata aset -aset yang ada,” terangkepada Belitong Ekspres.

Sebelumnya diberitakan, bangunan pintu masuk yang ada di Pusat Jajanan Masyarakat (Pujamas) Desa Lenggang Kecamatan Gantung, kini nampak sudah rusak dan tak terurus. Padahal bangunan tersebut pernah menjadi ikon Pusat Festival Laskar Pelangi (FLP) pertama kalinya digelar bulan Nopember 2010 silam.

Warga setempat pun menyayangkan mengapa gerbang bersejarah yang menjadi saksi bisu digelarnya FLP selama satu bulan, tak terurus dan dilakukan renovasi.

“Sayang rasenya kalau dak terurus macam ini. Soalnya bangunan ini sempat jadi ikon FLP pertama kali digelar. Selain itu, kawasan ini setiap hari di singgahi wisatawan,” ungkap Rudy warga Desa Gantung, Kamis (10/9) kemarin.

Pihak PT.Timah melalui Humas Agung Nugroho saat dikonfirmasi membenarkan jika lokasi atau kawasan Pujamas Desa Lenggang Gantung, masih milik PT.Timah.

“Aset tersebut memang masih milik PT.Timah dan kami pinjam pakai dengan Pemda sejak tahun 2012 lalu, dan untuk perawatan dan perbaikan sepenuhnya tanggung jawab dari Pemda,” sebut Agung. (feb)