Pemkot Ancam Sikat PKL di Alun-alun

by -

PANGKALPINANG – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Pangkalpinang Abdullany menegaskan, akan menertibkan seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di dalam area Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang.
Namun rencana penertiban tersebut, menurut Abdullany belum dilaksanakan dalam satu atau dua hari ke depan. Pihaknya masih memberi batas waktu kepada seluruh PKL yang berjualan didalam area untuk segera menyingkir, paling lambat Senin (9/4) mendatang.
” Kita tidak melarang mereka untuk mencari nafkah, akan tetapi mereka harus mau diatur agar nantinya ATM terlihat rapi, bersih dan indah, ” kata Abdullany kepada Radar Bangka Kamis (5/4) kemarin.
Langkah itu diambil sebagai realisasi aturan yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 yang menegaskan bahwa tidak boleh berjualan di area seperti trotoar jalan, taman, fasilitas umum termasuk ATM.
“Tadi (Kemarin,red) kita sudah melakukan sosialisasi ke seluruh pedagang dan mereka semua setuju untuk kita atur,” jelasnya.
Abdullany menambahkan, untuk kedepannya jika masih ada pedagang yang berjualan di dalam area ATM akan langsung ditindak tegas. “Kalau mereka membangkang kita akan tertibkan dan tangkap mereka karena sudah ditegaskan dari sebelumnya, ” terangnya.
Sebagai gantinya, para PKL yang berada didalam area ATM, kata Abdullany, Pemkot telah menyediakan lahan baru yang selama ini digunakan pengunjung ATM sebagai tempat parkir.
Sementara untuk pejanja permainan anak-anak Pemkot tidak bisa menyediakan lahan yang baru dikarenakan butuh lahan yang cukup luas, dan penjaja mainan itu bukanlah PKL sehingga mau tidak mau harus menyingkir dari area ATM pangkalpinang. (cr61)