Pemprov, Maskapai dan Asosiasi Pariwisata Bertemu, Wacanakan Penurunan Harga Tiket Pesawat

ilustrasi

PANGKALPINANG – Penurunan harga tiket pesawat dengan rute dari dan tujuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus diwacanakan.

iklan swissbell

Kali ini, pertemuan dilakukan antara Pemprov Babel bersama perwakilan maskapai (Garuda Indonesia, Citilink, Srijawaya Air/NAM Air dan Lion Air) dan Asosiasi Pariwisata di Babel (PHRI, GIPI,PHI,Asita, Travel Agent dan pihak terkait lainnya) di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Selasa (22/1).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar mengaku sudah mendengar alasan dari sejumlah pihak maskapai soal kenaikan harga tiket.

Persoalan lain yang dibahas yaitu pengurangan frekuensi penerbangan ke Babel beberapa waktu belakangan ini.

“Alasan mereka, ya karena memang biasanya di awal Januari sampai Maret itu, ada kecenderungan sedang dalam musim low season, di mana jumlah penumpang juga relatif lebihsepi tetapi cost operasional juga tetap tinggi, sehingga langkah pengurangan ini pun dilakukan.

Dampaknya, karena memang dikurangi, animo masyarakat tinggi untuk melakukan perjalanan melalui transportasi udara, sehingga menyebabkan full seat.

Dan katanya, kalau mereka tetap mengacu kepada aturan yang lama, maka akan mengalami kerugian,” sebut Yanuar saat ditemui Babel Pos usai pertemuan.

Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajuddin juga menerangkan bahwa Gubernur Babel, Erzaldi Rosman sudah menyurati Menteri Perhubungan untuk meninjau kembali Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat khususnya untuk ke Babel.

Harga tiket yang diberlakukan oleh airline di Babel sekarang ini masih dalam koridor ketentuan TBA tersebut, sehingga perlu untuk ditinjau kembali.

”Dengan dilakukan peninjauan kembali terhadap TBA akan bisa mempengaruhi harga jual tiket selanjutnya sesuai dengan yang kita harapkan, lebih murah namun harus tetap dengan mengutamakan keselamatan, keamanan dan sebagainya,” katanya yang juga ikut hadir dalam pertemuan.

Dalam pertemuan ini, pihak maskapai diharapkan bisa meninjau kembali komponen harga tiketnya. Bila beberapa komponen bisa dikurangi dan mengurangi beban operasional, hal ini akan bisa berpengaruh kepada harga jual tiket di Babel.

”Saya yakin ini bisa dilakukan karena rute lain nyatanya bisa lebih murah, padahal jarak terbangnya pun lebih jauh dibanding ke Babel. Misalnya, ke Jogja atau surabaya 1,5 jam penerbangan tetapi harganya lebih murah dari pada Jakarta-Pangkalpinang atau Belitung yang hanya 55 menit.

Bahkan, Jakarta-Singapura pun lebih murah. Oleh karena itu, kami berharap kepada pihak airline sekali lagi untuk bisa meninjau kembali dan ada komponen yang bisa dihemat dan harga tiket bisa lebih murah,” tambahnya.

Ground handling PT.Angkasa Pura II Depati Amir Pangkalpinang dan Aircraft juga telah menyatakan kesiapannya melakukan upaya pengurangan biaya untuk pelayanan airline. Hal ini disambut antuasias oleh pemerintah untuk membantu mendorong harga tiket supaya lebih murah di Babel.

Lalu, sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan oleh National Air Carriers Association (INACA) dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, yaitu melakukan pengurangan biaya sampai 60 persen dan kemudian seat untuk promo juga diberikan peluang lebih besar hingga 30 persen.

“Semoga pihak maskapai bisa segera dapat melakukan penyesuaian dan inilah yang harus dilakukan teman-teman perwakilan maskapai di Babel untuk segera menyampaikan ke pimpinannya di pusat, sehingga dalam waktu dekat kita harapkan akan ada perubahan tarif harga tiket pesawat di Bangka Belitung,” harap Tajuddin.

Sementara itu, menanggapi keinginan Pemprov Babel agar Garuda Indonesia menjadi salah satu motor penggerak dalam rangka penurunan harga tiket pesawat di Babel, Branch Manager (BM) Garuda Indonesia Area Pangkalpinang, Solpa Puji Harsagi menanggapi normatif.

Dia menyebutkan alasan kenaikan harga tiket pesawat karena terbebani biaya operasional yang terus meningkat. Maskapai pun harus melakukan penyusaian harga. Apalagi dengan harga rupiah yang hingga kini terus terdepresi, biaya bahan bakar juga meningkat.

“Cost operasional kan harus dengan menggunakan US$ sedangkan pendapatan dengan rupiah, sehingga ini lah yang menjadi problematika bagi penerbangan dan harus melakukan penyesuaian harga.

Terhadap apa yang menjadi keinginan dari pihak pemprov Babel ini, kami yakin bahwa maskapai termasuk Garuda tidak diam saja, tetapi kita tetap terus berupaya melakukan adjustment (pengaturan) penurunan harga,” kata Puji.

Andi Purwanto selaku pihak Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Babel berharap apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama ini bisa dilaksanakan dan mengutungkan semua pihak termasuk kepada pelaku usaha.

Pasalnya, dampak kenaikan harga tiket pesawat membuat lesu sektor pariwisata, seperti sepinya rumah makan yang biasa ramai didatangi wisatawan.

“Kenaikan harga tiket tidak boleh hanya menguntungkan salah satunya saja, tetapi lalu merugikan banyak pihak, makanya dengan adanya pertemuan ini, kiranya harga tiket untuk Jakarta-Pangkalpinang, Jakarta Belitung atau sebaliknya harus lebih kompetitif dan lebih normal,” tambah Andi. (lya)

author

Author: 

Leave a Reply