Pemuda Babar Dilatih Kelola Tanah Liat

by -

MUNTOK – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melatih 25 pemuda mengolah tanah liat untuk dijadikan aneka kerajinan keramik yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian generasi muda daerah itu. “Kami berharap setelah mengikuti pelatihan selama empat hari, mereka mampu membuka usaha sendiri di bidang kerajinan berbahan tanah liat dan sumber daya alam lain,” kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat Agus Setyadi, Selasa (1/12).
Ia mengatakan pelatihan pengolahan bahan baku keramik merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar pemerintah daerah setempat di daerah itu. “Sebanyak 25 pemuda yang ikut dalam pelatihan tersebut merupakan perwakilan dari seluruh enam kecamatan, kami berharap mereka bisa menularkan keterampilan yang dimiliki ke pemuda-pemuda lain di lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.
Ia mengatakan, pelatihan yang memanfaatkan anggaran dari Pemprov Babel tersebut pihaknya mengundang nara sumber praktisi kerajinan keramik dari Balai Besar Keramik Bandung, Jawa Barat. “Para nara sumber merupakan praktisi yang cukup menguasai di bidangnya, kami berharap para peserta mampu menyerap seluruh ilmu yang disampaikan dan mampu mempraktikannya,” kata dia. Menurut dia, bahan baku pembuatan keramik banyak terdapat di daerah itu, namun selama ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena kurangnya pengetahuan mengolah bahan mineral tersebut.
“Kami berharap ke depan akan semakin banyak pemuda yang bisa dilibatkan agar usaha kecil tumbuh di seluruh kecamatan sehingga mampu meningkatkan kemandirian, khususnya di kalangan generasi muda,” kata dia. Selain menggerakkan pemuda, kata dia, berkembangnya usaha kerajinan diharapkan juga mampu mendukung sektor pariwisata yang saat ini sedang menggeliat. “Kami berharap dalam waktu dekat akan muncul berbagai cindera mata berbahan keramik hasil produksi peserta pelatihan sehingga para wisatawan yang berkunjung ke bangka Barat tidak kesulitan mendapatkan oleh-oleh khas lokal,” kata dia.(ant/rb)