Pemuda Harus Bekerja untuk Mapan

by -

*Pemerintah Diminta Rangkul Pemuda

TANJUNGPANDAN-Sekertaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung Drs Ramansyah mengatakan, permasalahan kepemudaan di Kabupaten Belitung yang telah berlangsung selama empat tahun hingga saat ini, termasuk tugas dan tanggung jawab Dispora Belitung.
“Ada sekitar 62 juta lebih pemuda kita se-Indonesia, apalagi di Belitung bisa dihitung dengan jari. Namun, kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam hal lapangan kerja masih sangat jauh,” terang Ramansyah pada acara Pelatihan Jurnalistik dan Dialog Pemuda DPD KNPI Belitung Sabtu (11/4) lalu, di Aula Kantor Camat Membalong.
Ramansyah mengatakan, sebagian anak-anak muda kita di Belitung pada umumnya sudah mempunyai lapangan pekerjaan sendiri. Namun, hal itu belum bisa dikatakan telah mapan dan menjamin masa depannya.
“Dan boleh dibilang,pekerjaan mereka itu (para pemuda di Belitung,red) belum mampu mengembangkan dan menjamin masa depannya yang lebih baik,” ujarnya.
Karena itu, lanjut Ramasyah, grand desaign (konsep dasar) dalam kaitannya dengan pemuda terhadap kontribusinya pada pembangunan daerah Kabupaten Belitung. Di antaranya pemerintah daerah harus memberikan ruang bagi pemuda-pemudi dalam setiap aspek pembangunan.
“Selain itu, pemerintah daerah juga harus mampu merangkul potensi yang ada pada pemuda. Lantas, mampu meminimalisir angka pengangguran serta yang terpenting lagi DPD KNPI Belitung sebagai induk organisasi, harus mampu mengakomodir peran pemuda,” jelasnya.
Lanjut Ramasnyah, peran pemuda dalam pembangunan bangsa harus mampu memposisikan dirinya sebagai kekuatan moral. “Seorang pembisnis atau pengusaha misalnya, jika ia tidak punya akhlak yang baik, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi bentuk-bentuk penyelewengan,” contohnya.
Sekerteris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung ini mengajak, agar mampu menempatkan aspek moralitas dan etika, yang tidak hanya di rumah atau di masyarakat. Namun, dalam kehidupan kita sehari-hari pun demikian.
“Kepada seluruh stake holder pemerintah Kabupaten Belitung, agar sekuat mungkin mengharuskan pemuda dalam setiap aspek pembangunan. Baik dari segi pendidikan, olahraga, kewirusahaan, agama, politik dan lain-lain. Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah,” ajaknya.
Ia menambahkan,pemuda harus mampu menjadi kontrol sosial dan mampu berpikir kritis, analitis, sistematis, objektif dan radikal (KASOR). “Artinya, ketika ada hal yang tidak beres, pemuda harus tampil sebagai garda terdepan untuk mengkritisi, menganalisis, menyampaikan pesan secara sistematis, tidak subjektif serta mampu mengerahkan seluruh potensi yang dimilikinya dan meresapi persoalan dengan tepat,” pungkasnya. (mg2)