Pemuda Tewas di Atas Pohon, Sebelum Gantung Diri Tulis Surat

by -
Pemuda Tewas di Atas Pohon, Sebelum Gantung Diri Tulis Surat

Pemuda Tewas di Atas Pohon, Sebelum Gantung Diri Tulis Surat

belitongekspres.co.id, SIMPANG PESAK – Warga Desa Dukong, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) digegerkan penemuan seorang pemuda yang tewas gantung diri di atas pohon, Jumat (22/11/2019) pagi. Pemuda berinisial CA (24) warga Dusun Air Dukong ini, ditemukan dengan kondisi leher terjerat seutas tali.

Pertama kali mayat pemuda ini ditemukan tetangganya Jumhari (61), di atas pohon tinggi tak jauh dari belakang rumah korban sekira pukul 07.00 WIB. Menggunakan celana jeans dan baju kemeja kotak-otak, korban sudah terbujur pada tali yang diikatkan di dahan pohon tersebut.

Sebelumnya, Muniarti (43) istri Jumhari sempat mendatangi rumah korban sekitar pukul 06.30 WIB. Dia menemukan sebuah buku yang terdapat tulisan tergeletak di teras rumah korban. Korban menyampaikan permohonan maaf kepada sang kakak dan masyarakat kampung karena harus mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Maafek aku kax mati dengan care kni. kn urang kampong axu banyak banyax mintak maaf mungkin axu dx ngen deran kte kte urang dulux e rupe ini akhir e jalan idup axu nh makaseh. kn urang lch merix motipasi untuk mati dengan cre kni,” tulis korban dengan bahasa Belitong.

Setelah membaca tulisan pada secarik kertas tersebut, minarti langsung memanggil suaminya Jumhari (61), dan meminta untuk mencari korban. Kemudian Jumhari bergegas mencari korban, yang akhirnya ditemukan gantung diri di atas pohon tak jauh dari belakang rumah.

Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo, SIK, MH saat dikonfirmasi Belitong Ekspres, membenarkan adanya peristiwa menggegerkan tersebut. Setelah mendapati korban gantung diri, saksi Jumhari lantas memberitahukan kepada masyarakat sekitar dan pihak desa.

Pemuda Tewas di Atas Pohon, Sebelum Gantung Diri Tulis Surat

“Benar, korban ditemukan sekira Pukul 07.00 WIB. Saksi Jumhari menemukan korban tergantung di atas pohon dalam kondisi (maaf) sudah membusuk. Atas temuan tersebut, Jumhari melaporkan ke masyarakat sekitar serta perangkat desa. Kemudian pihak desa melaporkan ke pihak kepolisian,” terang AKBP Jojo Sutarjo.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Dendang dan Polres Beltim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan karena kondisi pohon yang sangat tinggi. Bahkan evakuasi harus menggunakan alat berat.

Usai dievakuasi, Tim identifikasi Polres Beltim membawa jasad korban ke Puskesmas Simpang Pesak untuk dilakukan visum. Hingga berita ini diturunkan polisi belum bisa memastikan motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sementara informasi yang dihimpun Belitong Ekspres dari masyarakat setempat menyebutkan, korban CA memang sudah lama tinggal seorang diri di rumahnya. Kondisi ini sejak orangtuanya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Tak lama ayahnya menikah dan pindah rumah, ibunya sakit lalu meninggal dunia.

Korban CA merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ia juga hidup sendiri sejak kakaknya menikah dan ikut suami tinggal di sebuah desa di Kabupaten Belitung. Dalam kesehariannya, dia kerja serabutan hidup mandiri. Hidupnya pun kadang tak terurus dan tidak teratur. Bahkan kebanyakan menghabiskan waktu ke hal-hal tidak layak dicontoh.

Namun seminggu belakangan, mendadak keseharian korban berubah ke arah hal positif. Dia lebih rajin ke masjid untuk menjalankan ibadah-ibadah sholat. Terakhir, warga melihat korban pada Senin lalu berada di masjid dan rumahnya. “Dak nyangke dia nekat macam ini, (bunuh diri) soalnya die la berubah,” kata seorang warga.

Editor: Yudiansyah
Reporter: Danny Sugara/Yudiansyah