Penambahan Kolom Jenis Kelamin Bagi Transgender Masih Wacana

by -
Penambahan Kolom Jenis Kelamin Bagi Transgender Masih Wacana
Petugas Dukcapil Beltim melakukan scanning wajah sebagai kelengkapan dokumen kependudukan yang akan diterbitkan.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Wacana penambahan kolom jenis kelamin bagi transgender dalam KTP elektronik yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri RI, dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi warga negara. Namun sejauh ini, sistem pendaftaran penduduk masih memberikan pilihan pria dan wanita pada kolom jenis kelamin.

Kepala Seksi Identitas Penduduk Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Belitung Timur (Dukcapil Beltim) Hairulsyah menegaskan sampai hari ini tidak ada penambahan kolom baru di jenis kelamin dalam pembuatan KTP-el untuk para transgender.

“Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh sudah menegaskan bahwa tidak ada penambahan kolom tersebut. Jadi sampai hari ini sistem di pusat masih tetap pilihannya laki-laki atau perempuan,” ujar Hairul sapaan karibnya sambil menunjukkan sistem terpusat pengisian data KTP-el, Senin (31/5).

Hairul menegaskan wacana tersebut memang menjadi topik pembahasan dalam rapat koordinasi virtual antara Dirjen Dukcapil Kemendagri RI dengan Perkumpulan Suara Kita melalui aplikasi zoom beberapa waktu lalu.

Hanya saja, penjelasan yang disampaikan Dirjen hanya menekankan agar setiap Disdukcapil di daerah wajib melayani para transgender layaknya warga Indonesia lainnya tanpa perbedaan dan diskriminasi. “Jadi lebih kepada kemanusiawian dalam melayani mereka saat akan mengurus dokumen kependudukan. Bukan penambahan kolom jenis kelamin,” ujarnya.

Karena tanpa dokumen kependudukan, warga negara akan sulit mengakses layanan publik seperti bidang kesehatan untuk mengurus BPJS Kesehatan, mendapat bantuan sosial, dan lainnya.

Menurut Hairul, pergantian jenis kelamin dimungkinkan setelah ada keputusan pengadilan tetap terhadap seseorang. Putusan tersebut dilampirkan pada saat mendaftarkan dokumen kependudukan yang baru.

“Sejauh ini di Belitung Timur belum pernah ada kasus seperti demikian. Kecuali yang ganti nama, ganti tanggal lahir, ganti nama orang tua. Sejauh ini, kami akan menerbitkan KTP sesuai nama dan jenis kelamin yang tercantum dalam akte kelahiran,” tukasnya. (msi)