Pencabul Balita Divonis 10 Tahun

HUKUM

TANJUNGPANDAN – Terdakwa kasus pencabulan anak kandung yang masih balita, Ali alias AL (31)divonis sepuluh tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dalam sidang yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, Senin (6/11) kemarin.
Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Hj Adriah didampingi Hakim Anggota Mahendra dan Saeful Iman. Meski divonis sepuluh tahun, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung Dhani Ranti menyatakan pikir-pikir.
Sebelumnya terdakwa dituntut Kejari Belitung dengan pidana penjara 13 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. AL terbukti melanggar Pasal 82 Ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.
Ketua Hakim Hj Adriah memvonis terdakwa dengan sepuluh tahun penjara lantaran, Ali terbukti melakukan tindak pidana yang dituntut oleh JPU Kejari Belitung. Hal-hal yang memberatkan, akibat ulahnya korban Bunga (3) mengalami trauma secara psikis.
Maka dari itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpadan memvonis terdakwa dengan penjara 10 tahun. “Sedangkan untuk barang bukti berupa baju dan celana dalam korban dirampas untuk dimusnahkan,” kata H Adriah.
Sementara itu, JPU Kejari Belitung Dhani Rianti mengatakan, dia menyatakan pikir-pikir dengan putusan majelis hakim. Dalam waktu seminggu ke depan, wanita ini akan menyatakan jawabannya antara menerima atau banding sesuai batas waktu yang diberikan.
Kata gadis yang akrab disapa Ranti ini mengemukakan hal-hal yang menjadikan pertimbangan dalam tuntutannya, yakni menjerat terdakwa 13 tahun penjara dipotong dengan masa tahanan yang sudah dijalaninya.
“Yang pertama, terdakwa merupakan ayah kandungnya sendiri. Yang kedua atas perbuatannya, Bunga mengalami trauma. Dan lebih parah lagi, terdakwa tidak menyesali perbuatannya,” terang Jaksa Ranti. Selain itu juga, AL melakukan pencabulan tersebut sudah direncanakan.
Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Rabu (9/8) lalu, pria yang berprofesi sebagai pekerja serabutan Ali (31) tega mencabuli anak kandungnya sebut saja Bunga (3), hingga alat kelaminnya membengkak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, awalnya korban mengadu kesakitan di bagian alat kelaminnya kepada sang nenek. Setelah ditanya, ia akhirnya gadis kecil ini mengaku telah dicabuli oleh pria yang ditinggal istrinya kerja ke Malaysia, Rabu (2/8).
Terkejut dengan pengakuan itu, akhirnya sang nenek MN (61) melaporkan pelaku ke Polsek Tanjungpandan, Senin (7/8). Setelah melapor, Melati dibawa ke RSUD Marsidi Judono untuk divisum, hasilnya terdapat luka lantaran bekas gesekan suatu benda.(kin)

RajaBackLink.com

Baca Juga:  Kepala Daerah Tidak Digaji
Baca Juga:  Anggota DPRD Tak Hadir Rapat Mediasi X Bar Batal

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: