Penculik Minta Rp 80 Juta

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

// Diringkus Hitungan Jam
// Pelaku Dihadiahi Timah Panas

TOBOALI – Apresiasi layak diberikan ke Polres Bangka Selatan (Basel). Hanya dalam hitungan jam, dua penculik Ninda (11), siswa SDN 9 Toboali, berhasil diringkus, kemarin (31/3). Satu diantaranya terpaksa dihadiahi timah panas lantaran mencoba melarikan diri.
Drama penyelamatan korban dan penangkapan keduanya berlangsung seru. Usai diculik sekitar pukul 07.15 WIB, tak jauh dari sekolahnya. Pelaku yang diketahui bernama Hery (31) dan Pipit (21) warga Desa Air Buluh, Kecamatan Medo Barat ini menghubungi paman korban. Keduanya meminta uang tebusan sebesar Rp 80 juta. Uang itu diminta diantarkan ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
Polres Basel yang sebelumnya sudah mendapatkan laporan terkait penculikan Ninda, langsung bergerak cepat. Bersama ayah korban dan polwan yang menyamar, sekitar pukul 14.30 WIB pelaku dipancing untuk keluar. Tapi saat dihubungi pelaku ternyata sedang dalam perjalanan ke bandara. Sekira pukul 15.15 WIB, tersangka menghubungi orangtua korban agar pertemuan dipindahkan ke dekat SPBU Kampung Dul. Entah apa alasannya. Lagi-lagi, perubahan tempat kembali dilakukan. Sekira pukul 16.00 WIB, pelaku kembali menghubungi orang tua korban dan meminta penyerahan uang dilakukan di depan Novotel Bangka Hotel & Convention Centre.
Saat itulah, anggota yang melakukan penyamaran mencurigai seorang laki-laki yang sedang minum es di warung sekitar Novotel. Akan tetapi saat di dekati, pelaku langsung melarikan diri. Berkat kesigapan anggota, pelaku berhasil diamankan. Saat diintrogasi, pelaku mengakui jika telah menculik Ninda. Korban kata dia sedang bersama istrinya di Desa Sungai Selan.
Tak menunggu waktu lama. Anggota gabungan langsung bergerak dan berhasil mengamankan istri tersangka dan menyelamatkan korban sekitar pukul 17.00 WIB. Kedua pelaku juga diminta menunjukkan motor Ninja merah yang digunakan. Rupanya, motor tersebut disimpan keduanya di Desa Air Buluh. Saat itulah, pelaku mencoba melarikan diri ke dalam hutan. Tak ingin buruannya lepas begitu saja. Usai tembakan peringatan tak digubris, timah panas pun terpaksa dilepaskan ke kaki kiri.
Kapolres Basel AKBP U Zainuddin menjelaskan, untuk melancarkan aksinya pelaku mengatakan kepada korban jika orang tuanya mengalami kecelakaan. “Korban dipaksa untuk ikut menjenguk orang tua korban. Korban awalnya tidak mau namun karena dipaksa akhirnya korban mengikutinya. Beberapa jam kemudian, paman korban dihubungi oleh pelaku dan meminta tebusan sebesar Rp 80 juta,” jelasnya.
Menurut kapolres, orang tua korban baru mengetahui terjadi penculikan sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, orang tua korban tidak mendapati anaknya usai dijemput di sekolah. “Sekira pukul 12.00 WIB orang tua korban mendapatkan telpon dari tersangka bahwa tersangka meminta uang tebusan sebesar Rp 80 juta dan meminta agar uang tersebut diantarkan ke Pangkalpinang, dekat bandara,” bebernya.
Mendapatkan informasi tersebut anggota buser dan Polsek Toboali langsung melakukan penyelidikan. Untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka, sekira pukul 14.30 WIB orang tua korban dan anggota polwan yang menyamar menghubungi tersangka bahwa mereka sudah tiba di bandara dengan uang tebusan yang diminta. “Namun tersangka mengatakan masih dalam perjalanan ke bandara,” ucapnya. Pelaku masih kata kapolres akhirnya dibekuk di depan Novotel setelah sebelumnya beberapa kali meminta pindah lokasi. “Saya berharap agar pihak sekolah pro aktif bila hal-hal yang mencurigakan tentang orang yang tidak dikenal untuk mengawasi siswanya mulai turun dari kendaraan sampai masuk sekolah,” pesannya.
Sementara, Kepala SDN 9 Toboali, Fauziah mengungkapkan, siswi kelas IV tersebut diculik saat jam pelajaran belum dimulai dan masih berada di luar lingkungan sekolah. Menurutnya, berdasarkan informasi dari murid-murid lainnya, korban sedang berada di toko tak jauh dari sekolah. Tiba-tiba datang dua orang menggunakan sepeda motor. “Kami sama sekali tidak tau kronologisnya bagaimana dan kami pihak sekolah juga tidak mau tahu. Hanya saja saat kami tanya ke murid lainnya kejadian tadi pagi didepan sekolah. Nah, disitulah dia dibawa dua orang, satu perempuan satu laki-laki. Kata perempuan yang menculik itu bahwa ada keluarga yang mendapat kecelakaan. Yang perempuan membujuk dan yang satunya masih diatas motor,” ceritanya.
Menurutnya, dirinya baru mengetahui setelah orang tuanya datang ke sekolah hendak menjemput anaknya. Sesampainya di SDN 9 yang beralamat di Parit 8 Jalan Dr Wahidin, memang sebagian murid sudah pulang. Alangkah kagetnya ketika anak-anak sekolah pulang, anaknya tidak nampak hingga semua murid sudah mulai sepi. “Kami taunya malah pas orangtua menjemput. Ya kami kaget dan kami cek absensinya memang tidak ada masuk ke dalam kelas. Jadi kami menilai saat itu belum ada sama sekali masuk dalam kelas. Dan masalah ini sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Basel Eddy Supriadi mengaku terkejut atas kasus penculikan di Basel. “Saya saat ini sedang di Jakarta dan baru tau kabarnya. Saya sempat bertanya kepada kepala sekolah bagaimana kronologisnya sampai kejadian tersebut. Saya sangat prihatin atas kejadian ini, sungguh kasian anak-anak yang tidak berdosa diperlakukan seperti itu,” ungkapnya.
Menurutnya kejadian yang menimpa Ninda dianggap bisa mempengaruhi psikologis. “Anak pasti merasa khawatir, psikologisnya pasti terganggu. Kasian anak yang tidak berdosa diperbuat seperti itu sungguh terlalu sekali pelakunya. Janganlah anak kecil menjadi korban dan untuk semua kalangan baik itu orang tua harus ikut mengawasinya. Dan pelaku yang menculik semoga sadar apa yang telah dilalkukan itu sangatlah salah,” tutupnya.(bim)

banner 1200x200

Baca Juga:  Eko Wijaya untuk Babel: Beasiswa, Motor Sampah, Bibit, Hingga Sumur Bor
Rate this article!
Penculik Minta Rp 80 Juta,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: